KPK Hadiri Rakor Pemberantasan Korupsi di Kabupaten Bondowoso

Reporter : -
KPK Hadiri Rakor Pemberantasan Korupsi di Kabupaten Bondowoso
Rapat Koordinasi (Rakor) program Pemberantasan Korupsi terintegrasi bersama Pj Bupati Bondowoso dan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Rabu, 29 mei 2024 di Pendopo Bupati Bondowoso.

Bondowoso, JatimUPdate.id,- Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) datang Kabupaten Bondowoso dalam rangka bertujuan untuk memberikan pemaparan dalam giat Rapat Koordinasi (Rakor) program Pemberantasan Korupsi terintegrasi bersama Pj Bupati Bondowoso dan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Rabu, 29 mei 2024 di Pendopo Bupati Bondowoso.

Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan oleh KPK dan sebagai tindak lanjut dari pemantauan KPK kepada Pemerintah Kabupaten atau Daerah.

Baca Juga: Pansel KPK Buka Pendaftaran Calon Pimpinan dan Dewan Pengawas untuk Masa Jabatan 2024-2029

Alfi Rahman Waluyo, PIC Koordinator Supervisi Pencegahan Tindak Pidana Pemberantasan Korupsi Wilayah Jatim III dan Kalteng menuturkan, program kegiatan yang dilakukan di Kabupaten Bondowoso merupakan bentuk komitmen dari KPK dalam mencegah dan memberantas tindak korupsi di suatu wilayah.

"Hari ini kami hadir di Bondowoso untuk melihat bagaimana upaya pencegahan korupsi bisa dilaksanakan dengan baik atau belum,” kata dia saat dikonfirmasi usai kegiatan sosialisasi, Rabu (29/5/2024).

Dalam hal ini, KPK juga melihat upaya-upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Bondowoso dalam hal pemberantasan tindak pidana korupsi.

Tim KPK sendiri mempunyai dua alternatif untuk bisa menilai suatu Kabupaten yang mampu mengendalikan dan mampu mencegah tindakan korupsi, salah satunya dengan program MCP dan Survey indeks integritas.

“Memang pada saat ini kalau berdasarkan hasil dari SPI dan MCP tahun 2023, memang perlu perbaikan, tapi alhamdulillah kalau kita lihat tadi, ada komitmen dari Pemerintah Kabupaten Bondowoso untuk memperbaiki," kata Alfi.

Dari Komitmen Pemkab tersebut, Tim KPK berharap bisa dilakukan dengan seksama, sehingga nilai MCP dan SPI yang diraih oleh Kabupaten Bondowoso bisa naik.

Baca Juga: KPK RI Gelar Rakor Bersama DPRD Jember di Tengah Merebaknya Spekulasi Publik

Selain dari target nilai MCP dan SPI Kabupaten Bondowoso naik, Tim KPK juga meminta agar tidak ada lagi kasus-kasus tindak pidana korupsi seperti yang telah terjadi beberapa waktu lalu.

“Tugas kita bersama untuk memastikan komitmen tersebut dijalankan dengan baik atau tidak. Kami harap teman-teman pers membantu mengawasi Pemda,” imbuh dia.

Kendati demikian, meskipun Kabupaten Bondowoso masuk dalam penilaian SPI dan MCP rendah, namun Bondowoso sendiri mempunyai landasan untuk memperbaiki nilai tersebut.

Menurutnya, meskipun MCP dan SPI-nya baik, bukan berarti tidak ada potensi tindakan korupsi. Namun yang lebih rentan ketika dua indikator di atas rendah.

Baca Juga: 183 Kepala Desa Di Bondowoso terima SK Perpanjangan Masa Jabatan 2 Tahun

"Teman-teman semua, masyarakat semua, harus mengawal. Karena sekali lagi, pemberantasan korupsi ini bukan hanya peran KPK, bukan peran aparat penegak hukum, tapi peran seluruh masyarakat,” paparnya.

Dalam kesempatan yang sama usai mengikuti acara Rakor bersama KPK Pj. Bupati Bondowoso Bambang Soekwanto menuturkan, upaya yang dilakukan oleh Pemkab Bondowoso untuk menaikan nilai SPI dan MCP akan terus ditingkatkan.

Dijelaskan Pj. Bupatu, hal ini juga merupakan imbas dari carut marut mutasi pada tahun kemarin sehingga menyebabkan management ASN rendah. Untuk itu, Pemkab Bondowoso terus berupaya dalam meningkatkan nilai MCP dan SPI.

“Kita sudah melaksanakan rekomendasi KASN dan nanti kita akan membuat Perbup terkait Merit System,” pungkasnya.(AR)

Alfi Rahman Waluyo, PIC Koordinator Supervisi Pencegahan Tindak Pidana Pemberantasan Korupsi Wilayah Jatim III dan KaltengAlfi Rahman Waluyo, PIC Koordinator Supervisi Pencegahan Tindak Pidana Pemberantasan Korupsi Wilayah Jatim III dan Kalteng

Editor : Miftahul Rachman