Begini Cara F-PSI Sindir Walikota, Pimpinan DPRD Turut Bersikap

oleh : -
Begini Cara F-PSI Sindir Walikota, Pimpinan DPRD Turut Bersikap
Ah Thony

Jatimupdate.id - Pimpinan DPRD Kota Surabaya, AH Thony menyikapi sikap F-PSI yang tidak membacakan tanggapan terhadap LKPJ Walikota Eri Cahyadi terkait APBD 2021, saat sjdang paripurna.

"Kami tidak tahu latar belakangnya kenapa disampaikan berkasnya saja saat pandangan umum (PU)." kata Wakil Ketua DPRD Surabaya tersebut, kepada media ini.

Sebagai pimpinan, ia menghormati  pemaparan semua fraksi, baik yang dibacakan atau diserahkan. Karena dalam ketentuannya fraksi hanya diminta menyampaikan.

"Tafsir menyampaikan, fraksi bisa membacakan atau diserahkan." tegas Thony,

Menurutnya ketentuan ini masih bias. Kecuali, di dalam rapat diminta agar dibacakan pandangan umumnya. Maka fraksi harus membacakan pandangan umumnya.

"Jadi walau tidak dibacakan kami dapat mendengar informasinya, hal itu bagian dari sikap PSI sebagai bentuk sindiran, karena merasa tidak didengarkan aspirasinya." beber Thony.

Terhadap hal itu, Thony mengaku tetap meneruskan PU mereka ke walikota. Kendati begitu, ia menegaskan forum tersebut sudah dinyatakan terbuka secara umum, yang dihadiri OPD, Pemkot dan jajarannya

"Kalau itu disampaikan secara terbuka, ada akses yang kita capai, yaitu akses keterbukaan, transparansi publik. Masyarakat yang hadir akan mengetahui gagasan, pikiran, masukan, saran pendapat termasuk kritikan. Itu kan diketahui." ujar politisi Partai Gerindra ini

Walau PSI tidak menyampaikan pandangan umumnya. Walikota merespon terhadap PU fraksi fraksi. Tak terkecuali  tanggapan walikota terhadap Fraksi PSI di dalam paripurna.

"Artinya, ketika itu disampaikan dengan hanya makalah. Tapi dalam prakteknya walikota tetap memberikan jawaban." papar Thony.

Memperkuat pernyataan PSI yang kecewa terhadap masukan dan kritikan yang tidak ditindaklanjuti Pemkot, Thony membeberkan, pokok pikiran dewan menumpuk atau banyak yang belum direalisasikan. Misalnya masalah banjir, yang solusinya fraksi telah mengusulkan membangun saluran air di tempat banjir itu.

"Nah, kalau hal itu bisa dibacakan pasti bisa dengar oleh khalayak umum." demikian tutup Thony.

Saat pandangan umum terhadap rancangan peraturan daerah (Raperda) tentang pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Anggaran Tahun 2021, FPSI melalui jurubicaranya, William Wirakusuma mendapatkan giliran pertama menyampaikan tanggapan terhadap LKPJ Walikota Eri,

Namun, tidak sampai satu menit. William hanya mengucapkan salam, kemudian menyapa hadirin setelah itu mengucapkan salam penutup. Lantas menyerahkan berkas pandangan umum ke Pimpinan Sidang Paripuran, AH Thony

Ketua Fraksi PSI Tjutjuk Supariono mengatakan, tindakan PSI tersebut sebagai bentuk sindiran terhadap Pemkot agar aspirasi yang disampaikan DPRD ditindak lanjuti.

"Jadi selama ini, tanggapan kita mengajukan saran dan kritikan tidak ada tindak lanjut dari pemkot." tegas Tjutjuk

"Jadi (sindiran itu) kita ingin pemerintah  ijuga mendengarkan aspirasi DPRD," ketus Anggota Komisi D itu.

Ditanya, apakah aksi FPSI dalam Paripuran sebagai bentuk boikot terhadap Pemkot, ia menampik hal itu.

Menurutnya tindakan itu sebagai  sinyal bahwa ketika PSI memberikan masukan agar ada tindak lanjut.

"Contoh kita memberikan masukan  PTM (pembelajaran tatap muka) waktu rapat dengan dinas, diputuskan PTM  memberlakukan maksimal kelas. Tiba-tiba paginya bilang PTM 100%. Nah seperti itulah contoh kecilnya." beber Tjutjuk.

"Jadi seakan-akan usulan dari DPRD atau Fraksi kami, tidak didengarkan oleh pemerintah kota, dan itu (tindakan PSI) merupakan sindiran."demikian tutup Tjutjuk