Dewan Pers Nilai Perlu Dibentuk Tim Investigasi Bersama untuk Usut Kebakaran Rumah Wartawan di Karo

Reporter : -
Dewan Pers Nilai Perlu Dibentuk Tim Investigasi Bersama untuk Usut Kebakaran Rumah Wartawan di Karo
Ketua Komisi Hubungan Antar Lembaga dan Luar Negeri Dewan Pers, Totok Suryanto didampingi Yadi Hendriana, Ketua Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ), Erik dan Ketua IJTI, Herry Kurniawan dalam siaran pers Dewan Pers di Jakarta, Selasa (2/7/2024)

Jakarta, Jatim Update - Dewan Pers menganggap perlu dan penting untuk dibentuk tim investigasi bersama guna mengusut kebakaran rumah wartawan di Karo Sumatera Utara. Sebagaimana dikabarkan berbagai media, kebakaran yang menimpa rumah wartawan Tribrata TV, Rico Sempurna Pasaribu, menewaskan yang bersangkutan beserta keluarganya.

Dalam keterangan persnya, Dewan Pers menolak keras terjadinya tindak kekerasan terhadap wartawan karena merupakan bentuk dari pelanggaran hukum dan bertentangan dengan isi Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Baca Juga: Dewan Pers Bersama Wartawan NTB Tolak RUU Penyiaran 

"Aktivitas wartawan, dalam hal ini wartawan Tribrata TV, menjalankan pekerjaan lain yang diduga melanggar hukum bukan merupakan pembenaran atas kekerasan yang dialaminya"demikian kata Anggota Dewan Pers, Totok Suryanto lewat siaran persnya di Jakarta, Selasa (2/7/2024)

Totok menambahkan bahwa berdasarkan pemberitaan di pelbagai media, telah terjadi kebakaran di rumah wartawan Tribrata TV, Sempurna Pasaribu, yang berlokasi di kawasan Nabung Surbakti, Kecamatan Kabanjahe, Kabupaten Karo, Sumatra Utara, pada tanggal 27 Juni 2024. Kebarakan itu menewaskan empat orang, yakni Sempurna Pasaribu (47 tahun), Elfrida boru Ginting (48 tahun, istri Sempurna), Sudi Investasi Pasaribu (12 tahun, anak), dan Loin Situkur (cucu, 3 tahun).

Lebih lanjut Totok menerangkan bahwa Tim pencari fakta dari Komisi Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sumut yang terdiri dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Medan, Ikatan Jurnalis Televisi (IJTI) Sumut, Pewarta Foto Indonesia (PFI) Medan, Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI), Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan telah melakukan verifikasi dan pendalaman kasus kebakaran tersebut.

"Dari hasil investigasi ditemukan sejumlah fakta, bahwa kasus kebakaran yang menewaskan 4 orang itu terjadi setelah korban memberitakan perjudian yang ada di Jalan Kapten Bom Ginting, Kelurahan Padang Mas, Kecamatan Kabanjahe, Kabupaten Karo, Sumatra Utara dan diduga kuat melibatkan oknum TNI,"ujar Totok.

Baca Juga: Yuyung Pengusaha Muda Yang Jatuh Cinta Pada Dunia Jurnalistik 

Menurut Totok, Dewan Pers sangat menyesalkan terjadinya kebakaran yang merenggut nyawa tersebut. Ada dua versi yang berbeda atas kejadian ini. Versi tim KKJ menyatakan adanya dugaan keterlibatan oknum TNI dan terkait dengan pemberitaan perjudian di rumah oknum TNI tersebut. Sedangkan versi lain menyebutkan, bahwa kebakaran itu lantaran ada ceceren bensin di rumah korban dan kemudian menyulut bara api. Kebetulan rumah korban memang berjualan bensin eceran.

"Atas kejadian itu, Dewan Pers meminta Kapolri bersama Kapolda membentuk tim penyelidikan yang bersikap adil dan imparsial dalam mengusut kasus ini. Dewan Pers juga akan membentuk tim investigasi bersama yang melibatkan aparat dan unsur jurnalis atau KKJ,"tutur Totok.

Selain itu, Dewan Pers meminta Panglima TNI dan Pangdam membentuk tim untuk mengusut kasus ini secara terbuka dan imparsial.

Baca Juga: Ini Dua Alasan Dewan Pers Menolak Revisi UU Penyiaran

"Dewan Pers meminta kepada Komnas HAM dan LPSK untuk turut serta secara melakukan upaya investigasi dan memberikan perlindungan yang dianggap perlu kepada keluarga korban,"pungkas Totok.

Secara khusus Dewan Pers mengimbau wartawan dan media agar bekerja secara profesional dan memegang teguh Kode Etik Jurnalistik (KEJ) serta aturan lain yang terkait. Dewan Pers berharap peristiwa semacam ini tak lagi terjadi dan wartawan bisa menjalankan tugas jurnalistiknya dengan baik (red).

 

Editor : Redaksi