Caleg Terpilih Demokrat, Wisata Kota Lama Harus Berdampak Kepada UMKM, Tidak Dimonpoli Pemodal Besar

Reporter : -
Caleg Terpilih Demokrat, Wisata Kota Lama Harus Berdampak Kepada UMKM, Tidak Dimonpoli Pemodal Besar
Muhammad Syaifuddin, dok Jatimupdate.id/Rusman Hadi

Surabaya, JatimUPdate.id - Anggota DPRD Kota Surabaya terpilih periode 2024-2029 dari Partai Demokrat Muhammad Saifuddin mengingatkan, Pemkot tidak merasa jemawa usai meresmikan wisata kota lama Saurabaya.

Dengan launching kota lama tersebut, menurut Sayifuddin harusnya dapat berdampak secara ekonomi bagi pelaku UMKM di kota Pahlawan.

Baca Juga: Surabaya Butuh Pengelolaan Lumpur Tinja, Ciptakan Iklim Sehat di Permukiman

"Jadi gini, Wisata Kota Lama itu sebenarnya memang bagus. Karena begini, JMP ini sekarang sudah mati sore, dengan adanya revitalisasi kawasan kota lama kemudian di rubah menjadi kawasan wisata itu sangat bagus," jelas Sayifuddin, Jumat (12/7)

Syaifuddin juga menekankan, konsep wisata kota lama Surabaya diharapkan tidak seperti kawasan Tunjungan Romansa, di situ urai alumni Ubhara tesebut, stand-standnya dimonopoli pemilik atau pengusaha besar.

"Harus ada tempat-tempat khusus UMKM yang bisa jualan makanan-makanan khas Surabaya dan yang lainnya. Jangan sampai seperti kawasan Tunjungan Surabaya, yang jualan pinggir jalan raya kebanyakan masih pengusaha besar. Tempat nongkrong, kafe yang sudah punya brand (merk)," katanya.

Baca Juga: Jawa Timur Deklarasikan Gerakan Bersih Narkoba, Mendes PDT Ajak Awasi Desa Dari Peredaran Narkoba

Sayifuddin memaparkan, menghidupkan tempat yang mati seperti kawasan kota lama merupakan hal yang bagus.

Kendati begitu, Syaifuddin menegaskan jangan terbuai dengan wisatanya saja, lebih dari itu harus ada dampak secara ekonomi bagi pelaku UMKM.

"Itu bagus, kami apresiasi. Tapi harus berdampak secara ekonomi kepada masyarakat," tegas Syarifuddin 

Baca Juga: Menjahit Teori dan Realitas: Sebuah Refleksi Pendidikan Kewirausahaan

Selain itu, dia mengingatkan pemkot akan penataan parkir yang bagus untuk meningkatkan PAD kota Surabaya.

"Jadi jangan sampai banyak parkir-parkir liar pinggir jalan yang justru bisa mengganggu keindahan dan mengganggu bagi wisatawan yang berkunjung ke kawasan kota lama," demikian Muhammad Saifuddin. (Roy)

Editor : Miftahul Rachman