Fraksi PDI Pejuangan Surabaya Buka Suara Terkait Sidak Eri Cahyadi Tertibkan Parkir Liar

avatar Ibrahim
  • URL berhasil dicopy
Abdul Ghoni Muklash Ni'am, dok Jatimupdate.id/Anna
Abdul Ghoni Muklash Ni'am, dok Jatimupdate.id/Anna

Surabaya, JatimUPdate.id - Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan Surabaya, Abdul Ghoni Mukhlas Ni’am mendukung penuh langkah Walikota Surabaya Eri Cahyadi menertibkan juru parkir liar yang mematok tarif parkir diluar ketentuan, utamanya di kawasan destinasi wisata seperti KBS. 

Dia menegaskan, tindakan Walikota tersebut layak diapresiasi, agar ke depannya tidak terjadi penarikan tarif parkir yang tidak sesuai aturan.

"Dan tindakan Walikota Surabaya tersebut perlu di apresiasi, sehingga membuat jera para juru parkir,” ujar Abdul Ghoni, Senin (15/7).

Abdul Ghoni memaparkan, langkah Walikota Eri Cahyadi menertibkan Jukir liar harus menjadi bahan evaluasi Dishub Surabaya, agar kedepannya tidak ada lagi celah parkir liar.

Sebab, tarif parkir resmi langsung masuk ke kas daerah, terlebih saat ini fasilitas bayar parkir pun sudah online bisa melalui aplikasi yang disediakan Pemkot Surabaya maupun Bank Indonesia dengan QRIS nya.

“Jika semua patuh bayar parkir resmi atau online ini tentu akan meningkatkan dan menambah PAD kita, dan tidak ada lagi kebocoran,” ungkapnya.

Sebelumnya, Jumat (12/7) Walikota Eri Cahyadi menertibkan para juru parkir di sekitar lokasi wisata Kebun Binatang Surabaya (KBS). Dimana ditemukan tarif parkir kendaraan roda empat dipatok Rp35 ribu, hal inii yang membuat marah orang nomor satu di Surabaya ini.

Eri pun memerintahkan Kepala Dishub Surabaya, Tundjung Iswandaru untuk mengevaluasi kinerja personel Dishub secara menyeluruh.

Pun mengevaluasi semua kerja Dishub, termasuk tindakan tegas terhadap petugas yang terlibat dalam praktik parkir liar.

"Jika tidak ada perubahan, akan ada sanksi tegas hingga pencopotan jabatan struktural," imbuhnya.

Kepala Dishub Kota Surabaya, Tundjung Iswandaru menyatakan, pihaknya akan mengusut tuntas pelaku parkir liar dan menindak tegas petugas apabila terbukti terlibat.

"Kami akan mencari tahu siapa yang bermain. Joki-joki liar itu bukan petugas kami. Jika ada petugas yang terlibat, akan kami tindak tegas," demikian Tundjung.