Sosialisasi Amdal Proyek Strategis Nasional Diwarnai Penolakan Warga
Surabaya, JatimUPdate.id - Sosialisasi amdal proyek strategis nasional Waterfront land (PSN WFL) Surabaya di Pasar Wisata Harmoni Keputih mendapatkan penolakan warga, pada Selasa (3/9).
Ketua LPMK Keputih Indi Nuroaini mengatakan, wajar bila masyarakat menolak PSN sebab berdampak pada ratusan hektar tambak aktif yang dikelola oleh petani tambak.
Baca Juga: PII Jatim: Penolakan PSN SWL Langkah Cerdas
"Di sini ada ratusan petani tambak Keputih, ada ratusan hektar tambak aktif yang hidupnya dari air laut, jadi tradisi masyarakat di keputihan itu kan setiap hari ketika air laut pasang, air dimasukkan ke tambak, ketika surut dibuang." kata Indi kepada JatimUPdate.id.
Indi menjelaskan, Itu merupakan sirkulasi air untuk kehidupan ikan bandeng, udang dan lain sebagainya.
Begitupula dengan pasang surut naiknya air laut ke tambak, tutur Indi juga jadi mata pencaharian bagi petani, pencari kerang, kepiting bagi warga Keputih serta masyarakat yang lain.
Baca Juga: PSN Ditolak Warga dan Nelayan, Granting Angkat Suara
"Nah, ketika ditutup laut ini, dengan pulau reklamasi yang jaraknya enggak terlalu jauh dari bibir pantai, ratusan hektar tambak ini akan rusak, akan mati." tukas Indi.
Padahal urai Indi, tambak harus diisi dengan air laut murni. Apalagi warga sudah melakukan normalisasi sungai Keputih.
Baca Juga: Demonstrasi Tolak PSN, Himpunan Nelayan Indonesia Ragukan Hasil Kajian Ilmuwan
Namun, beber Indi bila terdapat pulau reklamasi, pembuangan air dari kota ke laut akan tersendat. Sebab dia meyakini reklamasi lebih tinggi dari daratan.
"Sehingga air dari sungai yang harus mengalir ke laut itu nabrak pulau, akan balik masuk lagi ke tambak, harusnya airnya itu air laut murni, bila air asin kemasukan air sungai pasti itu akan merusak, ikan akan mati hasil panennya pasti akan gagal." demikian Indi Nuroaini. (Roy)
Editor : Yuris. T. Hidayat