Presma USM: Demokrasi Indonesia Kini Hanya Tinggal Nama Saja
Semarang, Jatimupdate.id - Presiden Mahasiswa Universitas Semarang, Asura Firay, menanggapi situasi demokrasi Indonesia saat ini. Menurutnya demokrasi Indonesia saat ini hanya tinggal sebuah nama saja, sebab dalam penerapannya sudah tidak berjalan sebagaimana mestinya.
Dalam sebuah wawancara dengan jurnalis Jatimupdate.id, Kamis (12/9), Asura mengatakan demokrasi Indonesia mulai disirnakan oleh pemerintah yang ugal-ugalan.
Baca Juga: Survei, Kekuasaan, dan Ilusi Legitimasi Formal
"Demokrasi hari ini mulai disirnakan oleh pemerintah secara ugal-ugalan dalam menggunakan kekuasannya"
Asura juga mengatakan bahwa Indonesia hanya berlabel negara hukum saja, namun pada kenyataanya hukum dilanggar bahkan dikangkangi oleh penguasa untuk mempertahankan kekuasaannya.
Baca Juga: Demokrasi Elektoral: Antara Koreksi Struktural dan Langkah Mundur Kedaulatan
Dengan adanya realita demokrasi yang terjadi saat ini, masyarakat pada akhirnya dibuat cemas dan dilematis antara iya dan tidak, bahkan tidak ada pilihan lain kecuali mengikuti sistem ataupun aturan yang telah dibuat.
"Rakyat yang ingin bersuara untuk menyampaikan keluhannya saja sudah takut, akan dikenakan UU ITE, dihantui ketakutan dan pencemaran nama baik dan lain-lain sebagainya" lanjut Asura.
Baca Juga: Akhmad Munir : Dilema Industri Pers Saat Ini Seperti Kiasan Di Benci Tapi Dirindukan
Situasi ini tentu saja membuat masyarakat Indonesia merasa terancam dan terkekang tidak terkecuali Asura sendiri, ia berharap agar demokrasi segera ditegakkan sesuai amanat UUD 1945, sehingga rakyat dapat menentukan pilihannya dan menjalankan kehidupan tanpa rasa takut, aman dan damai.
"Reformasi Partai Politik dan POLRI harus dilakukan, karena kedua instansi ini kini sudah hilang kebermanfaatannya bagi masyarakat" pungkasnya.
Editor : Yuyung CY