Wilwatikta Acarita, Seminar Nasional dan Pameran Kebesaran Majapahit di Bumi Nusantara
Surabaya, JatimUPdate.id - Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XI Jawa Timur menggelar Wilwatikta Acarita yang dirangka Seminar Nasional dan pameran di ASEEC Tower Universitas Airlangga, pada Senin (2/12).
Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XI Jawa Timur Endah Budi Heryani mengatakan, acara ini menyampaikan kebesaran Kerajaan Majapahit dan jejaknya di bumi Nusantara.
Baca Juga: Pemeriksaan Gubernur Jatim oleh Jaksa KPK di PN Tipikor Surabaya Batal Digelar
"Tujuannya yang paling utama itu adalah ingin menyampaikan kepada masyarakat terkait dengan tinggalan tinggalan Majapahit." kata Endah.
Selian itu, pihaknya juga ingin memperkuat narasi dan mempublikasikan Kerajaan Majapahit kepada masyarakat luas.
Sebab, Majapahit merupakan kerjaan besar yang berlokasi di Jawa Timur dari abad ke 13 hingga 15 dan menjadi ikon Indonesia.
"Karena Majapahit itu merupakan kerajaan besar yang ada di Jawa Timur yang dia ada di abad 13 sampai di 15 dan itu menjadi ikonnya Indonesia. Nah itulah yang kita angkat," tuturnya.
Baca Juga: Gelar Rakorda: Pordi Jawa Timur Mantapkan Arah Program Organisasi Tahun 2026
Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga (FIB UNAIR) Purnawan Basundoro menjelaskan, Unair memiliki dosen atau ahli sejarah kompeten untuk menjelaskan aspek-aspek sejarah kerajaan lama di Indonesia
"Unair memiliki program studi sejarah, di sana banyak dosen atau ahli yang juga kompeten untuk menjelaskan aspek-aspek sejarah dari berbagai kerajaan lama yang ada di Indonesia," ujarnya.
Dia meyakini dosen atau ahli sejarah Unair dapat mentransfer pengetahuan kepada generasi muda utamanya kepada mahasiswa.
Baca Juga: Khofifah: Jawa Timur Terus Menguat sebagai Magnet Wisata Nusantara dan Mancanegara
Maka dari itu, dia berharap, generasi muda memahami sejarah masa lalu dari kerajaan-kerajaan besar dari aspek sudut pandang ilmiah
"Ini lebih lebih gampang gitu ya, ini yang dilakukan oleh para dosen, dengan demikian maka diharapkan generasi muda itu memahami sejarah masa lalu dari kerajaan-kerajaan besar itu, dari aspek sudut pandang ilmiah," demikian Purnawan Basundoro. (Roy)
Editor : Yuris. T. Hidayat