FPK Jatim Gelar FGD untuk Perkuat Kerukunan 

Reporter : -
FPK Jatim Gelar FGD untuk Perkuat Kerukunan 
FGD FPK Jatim

Surabaya, JatimUPdate.id – Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Provinsi Jawa Timur menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Penguatan Sinergitas dan Integrasi Menuju Harmoni Sosial Antar Suku.” di Quest Hotel Surabaya, Sabtu (28/) 

FGD dihadiri oleh pimpinan organisasi pembauran dari berbagai daerah di Jawa Timur. Ketua FPK Jawa Timur, Amiruddin Pase mengatakan, FGD untuk mempererat hubungan antar suku dan meningkatkan kerja sama dalam menjaga keutuhan bangsa melalui sinergi dan integrasi yang lebih baik. 

Baca Juga: Penguatan Pembauran Nasional: FPK Jatim Libatkan AMN, Gandeng OPD dan Mitra Usaha

"Para peserta mendiskusikan berbagai tantangan dan solusi terkait pembauran kebangsaan di tengah keberagaman masyarakat." katanya.

Ia menambahkan, FGD merupakan langkah strategis untuk membangun harmoni sosial, utamanya di Jawa Timur yang memiliki keragaman etnis dan budaya. 

Maka dari itu, dia berharap FGD dapat membuka wawasan masyarakat lebih inklusif, serta mendukung pemerintah untuk menciptakan persatuan dan kesatuan.

"FGD ini menjadi bagian dari upaya FPK untuk mendorong toleransi dan kerja sama antar kelompok masyarakat di Jawa Timur, sekaligus mendukung visi pemerintah dalam menciptakan persatuan dan kesatuan di tengah keberagaman bangsa," ungkap Amiruddin. 

Ketua Komisi A DPRD Jatim, Dedi Irwansah dari Fraksi Demokrat menekankan pentingnya mengembangkan wawasan kebangsaan hingga ke seluruh lapisan masyarakat untuk memperekat kerukunan antarumat beragama, suku, dan golongan. 

Baca Juga: FGD “Bulak Bebas Stunting”, Fatayat NU Soroti Gizi dan Edukasi Calon Pengantin

"Hal ini bukan hanya dukungan, tetapi juga tanggung jawab DPRD Jawa Timur, yang memiliki fasilitas untuk sosialisasi wawasan kebangsaan, toleransi, dan produk hukum," jelas Dedi. 

Dedi menegaskan, acara seperti ini bukan hanya sekedar simbolis namun harus menjadi ruang edukasi bagi masyarakat luas.

"Forum-forum seperti ini harus menjadi ruang edukasi rutin, bukan sekadar acara simbolik tahunan," imbuh Dedi. 

Baca Juga: Jawa Timur Gerbang Baru Nusantara: Peluang Besar di Tengah Tantangan

Dedi menjelaskan, pemerintah telah menyediakan fasilitas berupa tempat dan anggaran yang melekat pada anggota DPRD. 

Pun Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) diharapkan menjadi alat mitigasi konflik sosial dan mediasi dalam memperkuat kerukunan umat. 

"Tantangannya adalah membuat wawasan kebangsaan relevan bagi generasi muda, sehingga tidak hanya didominasi oleh narasi orang tua. Narasi ini harus disampaikan dengan pendekatan yang lebih segar dan kekinian agar dapat menyentuh generasi muda secara efektif," pungkasnya. (Roy)

Editor : Miftahul Rachman