Ketua Ansor Jatim: Nataru Aman Tunjukkan Kedewasaan Sosial dan Toleransi Beragama di Jawa Timur

avatar Ibrahim
  • URL berhasil dicopy
Musaffa' Safril/dok pribadi
Musaffa' Safril/dok pribadi

Surabaya, JatimUPdate.id - Ketua Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Jawa Timur, Musaffa' Safril, memberikan apresiasi tinggi terhadap keberhasilan pelaksanaan Operasi Nataru Aman yang berjalan lancar dan kondusif di Jawa Timur. 

Menurutnya, keberhasilan ini bukan hanya soal pengamanan, tetapi juga mencerminkan kedewasaan sosial, politik, dan agama masyarakat Jatim dalam merawat keberagaman.

“Jawa Timur itu sangat kaya akan keragaman. Berbagai latar belakang suku, agama, dan budaya hidup berdampingan. Keberhasilan Nataru Aman ini menunjukkan bahwa kita, masyarakat Jatim, bisa menjaga keharmonisan meskipun memiliki perbedaan yang sangat besar,” ujar Musaffa’ Safril, Senin (1/1)

Dari sudut pandang sosial politik, Musaffa’ mengungkapkan keberhasilan pengamanan ini menggambarkan kesolidan antar elemen masyarakat dan pemerintah di Jatim.

Ia menilai meskipun ada perbedaan pandangan politik, semuanya tetap bisa bersatu dalam menjaga keamanan dan ketertiban, serta mewujudkan kebersamaan yang lebih inklusif.

“Keberagaman dalam politik di Jawa Timur justru menjadi kekuatan, bukan penghalang. Pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat bisa bersinergi dalam menjaga kedamaian. Ini adalah bukti bahwa Jawa Timur semakin matang dalam menghadapi dinamika sosial politik,” kata Musaffa’ Safril.

Dari perspektif agama, Musaffa’ menegaskan ajaran Islam yang mengedepankan toleransi dan saling menghormati antar umat beragama menjadi landasan yang kuat dalam menciptakan suasana aman.

Ia juga menyebutkan peran penting organisasi keagamaan, termasuk Ansor, dalam menjaga keharmonisan dan keamanan selama perayaan Nataru.

“Islam mengajarkan kita untuk hidup berdampingan dengan siapa saja, tanpa memandang perbedaan. Selain itu, peran ormas-ormas keagamaan seperti Ansor sangat vital dalam menjaga suasana kondusif selama Nataru. Toleransi antar umat beragama sudah menjadi bagian dari budaya masyarakat kita,” tambahnya.

Musaffa’ berharap, keberhasilan Nataru Aman ini bisa menjadi teladan bagi daerah lain di Indonesia. 

Ia mengajak masyarakat Jatim untuk terus memperkuat semangat kebersamaan dan toleransi dalam menghadapi masa depan yang semakin kompleks.

“Keberagaman adalah kekuatan kita, bukan masalah. Jika kita bisa terus menjaga kedamaian dan persatuan, Jawa Timur akan menjadi contoh nyata bagaimana keberagaman bisa berjalan harmonis dalam bingkai kebersamaan,” demikian Musaffa’ Safril. (Roy)