Pimpinan DPRD Surabaya, Minta Pemkot Siap Siaga Menghadapi Perubahan Cuaca Ekstrem
Surabaya, JatimUPdate.id - Pimpinan DPRD Surabaya, Arif Fathoni menekankan pentingnya kesiapsiagaan Pemkot Surabaya dalam menghadapi kemungkinan terjadinya bencana dampak dari perubahan cuaca ekstrem.
Fathoni menegaskan, ancaman bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan angin kencang, harus diantisipasi melalui langkah strategis, juga edukasi mitigasi bencana kepada masyarakat.
“Pemkot Surabaya harus segera menguatkan koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), untuk memastikan kesiapan menghadapi potensi bencana ini. Kesadaran masyarakat dalam menghadapi bencana harus ditingkatkan. Sosialisasi dan pelatihan tanggap bencana perlu digencarkan, terutama di wilayah rawan banjir,” kata Fathoni, Minggu (5/1).
Selain itu, dia mendorong alokasi anggaran yang memadai untuk penanggulangan bencana.
“Anggaran harus digunakan secara efektif untuk memperkuat sarana dan prasarana penanggulangan bencana, serta mendukung upaya pencegahan dan penanganan di lapangan,” jelas Fathoni.
Baca Juga: KBS Resmi Jadi Perumda, Manajemen Kebun Binatang Surabaya Siap Benahi Legalitas
Fathoni meyakini, dengan kesiapan yang matang, Surabaya dapat mengurangi dampak negatif dari bencana hidrometeorologi yang mungkin terjadi.
“Kita harus siap menghadapi segala kemungkinan demi melindungi warga Surabaya,” demikian Arif Fathoni.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya Agus Hebi sudah menyiapkan sarana dan prasarana hingga personel untuk melakukan mitigasi di 11 titik rawan banjir rob di wilayah pesisir.
Baca Juga: Apresiasi Purabaya-Kenpark Lewat Tol, Eri Irawan Dukung Kembali Pakai Bus
Hebi menyebut, 11 titik tersebut di antaranya di wilayah Sontoh Laut, Greges Gang Makam, Greges Timur (RT 1-3), Romokalisari Gang Umbas RW 3, Kampung Gendong, Kampung Nelayan Kalianak RT 1- 2, Kampung Nelayan Ngoro Krembangan RW 8.
"Lalu BMKG Tanjung Perak Kalimas Baru, Kampung Nelayan Nambangan, Kampung Nelayan Sukokilo sisi Jembatan Suroboyo, serta Wisma Tirta Agung 2 dan 3. Sudah kami siagakan, dari mulai sarpras dan tenaga manusianya. Karena alam ini hebat maka kita juga harus lebih hebat dalam mengantisipasi potensi bencananya," kata Hebi
Editor : Yuris. T. Hidayat