Surabaya, JatimUPdate.id - Ketua Komisi D DPRD Surabaya Akmarawita Kadir merespons positif program cek kesehatan gratis (CKG) bagi warga yang berulang tahun.
Namun, ia menekankan program ini dilaksanakan dengan baik untuk meningkatkan angka kualitas hidup masyarakat, utamanya warga kota Pahlawan
Baca juga: Apresiasi Purabaya-Kenpark Lewat Tol, Eri Irawan Dukung Kembali Pakai Bus
"Kita tahu bahwa dengan peningkatan kualitas hidup dan harapan hidup tentu nantinya akan meningkatkan kesejehtaraan masyarakat." kata Akmarawita, Selasa (11/2).
Legislator Partai Golkar itu memaparkan, program ini dilaksanakan dengan pendekatan siklus hidup seseorang, mulai bayi sejak baru lahir hingga lanjut usia yang dilakukan pada saat ulang tahun masing-masing warga.
Menurutnya, ini merupakan intervensi kepada warga secara promotif dan preventif yang bersifat holistik, terintegrasi berdasar pada kelompok sasaran (people centered).
"Kita tahu nanti PKG ulang tahun ini menyasar pada bayi baru lahir (2 hari), balita (1-6 th), dewasa (18-59 th), dan lanjut usia (> 60 th), sedangkan untuk remaja (7-17 th) dilakukan pada saat awal masuk sekolah SD, SMP, dan SMA dan juga ada PKG Khusus untuk ibu hamil." tuturnya.
Baca juga: BPJS Nonaktif Tanpa Pemberitahuan, Warga Miskin Terancam Gagal Operasi
Akmarawita menjelaskan, CKG juga akan melayani warga mulai dari pandaftaran (melalui aplikasi), pelaksanaan pemeriksaan, dan tindak lanjut hasil pemeriksaan hingga ke tindaklanjutnya.
"Misalnya jika pada hasil pemeriksaan ada hal-hal yang perlu di perhatikan dan di sarankan. Harus terdapat petunjuk kesehatan, bahkan sampai rujukan yang harus terintegrasi melalui aplikasi satu sehat." terang dia.
Maka dari itu, ia mendorong dinas kesehatan (Dinkes) Surabaya, puskesmas dan klinik yang sudah bekerjasama dengan BPJS mempersiapkan pemetaan data sasaran PKG.
Baca juga: DPRD Surabaya Soroti Dinamika Normalisasi Sungai Kalianak Tahap II
Pun menyiapkan fasilitas, SDM, kelengkapan medis habis pakai (BMHP), dan laboratorium -laboratorium yang bekerjasama dengan dinkes, utamanya pemetaan data sasaran
"Karena nantinya pembiayaan sebagian besar di tanggung oleh BPJS, maka harus ada koordinasi dengan BPJS. Tidak ada lagi data yang miss antara Faskes Kesehatan dengan data BPJS, semuanya harus konkret, tepat dan transparan Apabila pemetaan data sasaran PKG ulang tahun ini, sudah baik, maka tentunya tujuan program ini dengan berbasis pada kelompok sasaran bisa tercapai dengan optimal." demikian Akmawita Kadir. (Roy)
Editor : Miftahul Rachman