Sidoarjo, JatimUPdate.id - SMP Al Muslim kembali menunjukkan komitmennya dalam mendidik generasi muda secara holistik melalui kegiatan tahunan bertajuk “Sosialisasi Visi, Misi, Tujuan, dan Parenting”, yang digelar untuk wali murid kelas VIII dan IX.
Baca juga: Aksi Balap Liar Diamankan di Arteri Porong Sidoarjo, Polisi Panggil Orang Tua Pelaku
Tahun ini, tema yang diangkat sangat relevan dengan perkembangan zaman, yakni “Pendampingan Mental dan Emosional Anak di Era Digital”.
Kepala SMP Al Muslim, Ika Sriyaningsih, yang menekankan pentingnya sinergi antara pihak sekolah dan orang tua dalam menghadapi tantangan pendidikan di era serba digital.
“Di tengah gempuran informasi dan tekanan dunia maya, peran orang tua sangat krusial untuk menjadi pendamping emosional anak. Mereka membutuhkan ruang untuk bercerita, merasa dipahami, dan dibimbing agar memiliki ketahanan mental,” ujar Ika Sriyaningsih, Sabtu (18/7/2025).
Tak hanya memaparkan visi, misi, dan tujuan sekolah, acara ini juga menghadirkan sesi parenting yang dinanti-nantikan. Dr. Dewi Retno Suminar, Dra., M.Si., Psikolog dari Fakultas Psikologi Universitas Airlangga, hadir sebagai narasumber utama. Ia mengajak para orang tua untuk lebih hadir secara emosional dalam kehidupan anak-anak mereka.
Baca juga: Truk Boks Tabrak Dump Truck di By Pass Balongbendo Sidoarjo, Satu Tewas di Lokasi
“Sentuhan pribadi dari orang tua sangat penting. Anak yang merasa didengar akan lebih mampu mengelola emosinya dengan sehat,” jelas Dr. Dewi.
Antusiasme para wali murid terlihat selama sesi tanya jawab. Bunda Alif, salah satu orang tua siswa, mengungkapkan rasa syukurnya.
“Materi ini membuka mata saya bahwa tantangan orang tua kini jauh lebih kompleks. Saya sadar pentingnya menyediakan waktu berkualitas untuk anak.” ucapnya.
Baca juga: Jalan Embong Kali Krian Sidoarjo Rusak dan Berlubang
Sementara itu, Ayah Cezy juga menyoroti pentingnya pendekatan yang tidak sekadar melarang anak bermain gawai, melainkan mengedukasi dan mendampingi mereka dengan empati.
“Komunikasi terbuka menjadi kunci utama,” ujarnya.
Kegiatan yang ditutup dengan refleksi dan doa bersama ini menjadi momentum penting untuk memperkuat hubungan emosional antara anak, orang tua, dan sekolah. (ih/yh).
Editor : Yuris. T. Hidayat