Lamongan, JatimUPdate.id, – Air mata bahagia bercampur haru mengalir di wajah 59 lulusan Fakultas Hukum Universitas Billfath Lamongan. Kamis (14/7/2025), mereka resmi meninggalkan status mahasiswa dan bersumpah menjadi “Guardians of Justice” — penjaga tegaknya hukum dan kebenaran.
Baca juga: KDMP Made Lamongan Resmi Beroperasi, Suplai Pangan hingga Jalin Kemitraan dengan Bulog
Suasana haru bercampur bangga memenuhi Sumang Resto & Arena Badminton, Desa Jugo, Kecamatan Sekaran.
Satu per satu, 59 mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Billfath Lamongan dipanggil maju. Nama mereka disebut, tangan mereka menerima pengesahan akademik, sebuah tanda resmi telah menuntaskan perjalanan panjang di bangku kuliah.
Acara yudisium kali ini mengusung tema “From Campus to Courtroom, Guardians of Justice”, sebuah pesan simbolis bahwa gelar sarjana hukum bukan sekadar prestasi akademik, melainkan awal dari panggilan moral: menjaga tegaknya keadilan.
Pesan Mendalam dari Dekan
Dekan Fakultas Hukum, Ali Fuad Hasyim, S.H., M.H., menyampaikan pesan yang membekas di telinga hadirin.
“Hari ini bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari tanggung jawab besar sebagai penjaga keadilan. Dari kampus ke ruang sidang, kalian akan menjadi representasi nilai-nilai hukum yang telah ditanamkan di sini. Semoga ilmu kalian bermanfaat, berkah, dan barokah,” ujarnya penuh penekanan.
Baca juga: Bupati Lamongan Resmikan Jalan Plembon–Made, Didorong Jadi Jalan Protokol Penopang Ekonomi
Lulusan Terbaik Berbagi Kisah
Nada serupa juga disampaikan oleh salah satu lulusan terbaik, M. Lubby Luqman.
Dengan mata berbinar, ia mengenang perjuangan panjang selama studi.
“Perjalanan ini penuh tantangan, tapi juga pelajaran. Kini saatnya kami mengabdi, membawa nama baik almamater, dan menjadi agen perubahan di bidang hukum,” ucapnya, tak lupa menyampaikan terima kasih kepada para dosen yang mendidik dengan kesabaran dan ketulusan.
Tak Sekadar Slogan
Baca juga: PMII Unisda Desak Pemkab Lamongan Benahi Tata Kelola Banjir Secara Menyeluruh
Menurut pihak kampus, tema yudisium ini bukan sekadar slogan. Ia merupakan penegasan bahwa setiap lulusan hukum Billfath harus melangkah ke dunia profesional dengan integritas, menjadikan hukum sebagai alat kebaikan, dan berdiri tegak di hadapan setiap bentuk ketidakadilan.
Prosesi yang berlangsung sederhana namun khidmat itu diakhiri dengan penyerahan transkrip akademik, foto bersama, dan pemberian kenang-kenangan dari mahasiswa kepada fakultas.
Tepuk tangan, senyum, dan pelukan menjadi penutup manis sebelum para “Guardians of Justice” baru ini menapaki jalan pengabdian, entah di pengadilan, ruang sidang, lembaga hukum, atau di tengah masyarakat.
Kini, langkah mereka bukan lagi langkah mahasiswa. Mereka adalah sarjana hukum dan bangsa menunggu kiprah mereka. (ries/roy)
Editor : Ibrahim