Kupang, JatimUPdate.id, – Dari ujung timur Indonesia, secercah harapan untuk masa depan lahir lewat pendidikan terkait dampak strategis keberadaan instrumen pendidikan Sekolah Rakyat bagi warga terdampak kurang mampu di Nusantara.
Baca juga: Abdul Mu’ti: Pendidikan Tak Boleh Hanya Cetak Orang Pintar, Tapi Khalifah yang Memakmurkan Bumi
Sofia, seorang siswi dari Kupang, melalui unggahan video dari Kementrian Sosial telah menuliskan sepucuk surat haru kepada Presiden sebagai tanda syukur karena bisa bersekolah lewat Sekolah Rakyat.
Lewat program ini, Sofia belajar membaca, menulis, dan mengenal dunia yang lebih luas. Baginya, Sekolah Rakyat bukan hanya ruang belajar, melainkan jendela masa depan.
“Terima kasih, Bapak Presiden. Karena Sekolah Rakyat, saya bisa belajar dan bermimpi lebih tinggi,” tulis Sofia dalam suratnya.
Akses Pendidikan untuk Semua
Sekolah Rakyat hadir dengan semangat “Cerdas Bersama, Tumbuh Setara”. Program ini ditujukan untuk memberi akses pendidikan bagi anak-anak di pelosok, yang sering terkendala jarak, fasilitas, maupun ekonomi.
Baca juga: Rektor Undana Harap Menwa Jadi Motor Perubahan NTT
Di Kupang, puluhan anak kini mengikuti kegiatan belajar yang difasilitasi relawan dan tenaga pengajar lokal. Hadirnya sekolah ini membuat anak-anak seperti Sofia memiliki kesempatan menatap masa depan lebih cerah.
Komitmen Pemerintah
Pemerintah pusat menegaskan bahwa tidak boleh ada anak Indonesia yang tertinggal dari pendidikan. Kehadiran Sekolah Rakyat menjadi salah satu wujud nyata dari komitmen tersebut.
Baca juga: Jam Sekolah Selama Ramadan 1447 H/2026: Begini Aturannya dan Kegiatan yang Dianjurkan
Cahaya dari Timur
Kisah Sofia hanyalah satu dari sekian banyak cerita anak yang terbantu lewat Sekolah Rakyat. Dari Kupang, cahaya pendidikan itu mulai menyala, menjadi pesan bahwa masa depan bangsa bisa lebih setara bila setiap anak mendapat kesempatan belajar yang sama.
Secara khusus, Redaksi JatimUPdate.id meminta izin untuk membuat narasi berita kepada pihak Kementrian Sosial melalui Staf Khusus Kementrian Sosial, Taufik Fathurrahman dan diperkenankan untuk dikutip video tentang Surat Dari Sofia tersebut. (ries/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat