Surabaya,JatimUPdate.id – Lagu Negeri Api yang dirilis Power Metal pada 2002 menarik dikaji karena liriknya sarat dengan kritik sosial dan politik.
Melalui diksi lugas dan tegas, band asal Surabaya ini menyinggung krisis ekonomi, konflik saudara, hingga provokasi penguasa yang menjadikan rakyat sebagai korban.
Baca juga: Analisis Lirik “Tangguh” Kobe: Semangat Perlawanan dari Jiwa yang Tak Mau Tumbang
Lirik Negeri Api menggambarkan suasana mencekam dengan imaji visual yang kuat, seperti “derai air mata luka darah memerah” dan “ladangnya berantakan, hartanya berserakan”.
Adapun penggunaan kata konkret seperti ladang, harta, nyawa, dan darah menambah kesan nyata atas penderitaan rakyat.
Secara gaya bahasa, Power Metal menghadirkan metafora “negeri api” sebagai simbol negara yang terbakar konflik, personifikasi pada “murka sang alam”, hingga repetisi bait yang menegaskan krisis berkepanjangan.
Baca juga: Lucyana Li (Catatan yang Sempat Hilang) bagian III
Ritme cepat dan padat selaras dengan musik metal yang keras dan agresif, sementara tipografi lirik berbentuk bait panjang mempertegas pola chorus yang berulang.
Tema besar yang diusung merupakan penderitaan rakyat akibat krisis dan konflik.
Pun rasa getir dan marah tampak jelas dalam setiap bait, terlebih lagi pada bagian “rakyat menjadi korban demi nafsu kemenangan”, yang menyoroti kerakusan penguasa.
Baca juga: Lucyana Li (Catatan yang Sempat Hilang) bagian II
Melalui Negeri Api, Power Metal tidak hanya menawarkan musik keras, tetapi juga pesan perlawanan.
Lagu ini merekam kondisi sosial-politik awal 2000-an, sekaligus menjadi potret keresahan masyarakat.
Editor : Yuris. T. Hidayat