Semarang,JatimUPdate.id – Lagu Masih Cinta dari band Kotak, yang dirilis pada tahun 2008, menjadi salah satu karya yang berhasil menggugah emosi.
Liriknya sederhana, penuh makna mengagungkan perasaan cinta yang tak terbalas. Berikut analisis lirik lagu ini mulai dari diksi hingga tema
Baca juga: Analisis Lirik “Tangguh” Kobe: Semangat Perlawanan dari Jiwa yang Tak Mau Tumbang
Diksi Lugas dan Emosional
Lirik Masih Cinta menggunakan kata-kata sederhana seperti “tik, tik, tik”, “air mata”, dan “hati” yang langsung mengena di hati pendengar. Pilihan kata seperti “maumu jadi mauku” atau “biar ku buat bahagiamu” mencerminkan pengorbanan emosional yang kuat, disampaikan dengan bahasa sehari-hari yang mudah dipahami.
Diksi ini membuat lagu terasa dekat dan relatable, utamanya bagi kita yang pernah merasakan patah hati.
Imaji Hidup dan Menggugah
Lagu ini kaya dengan imaji visual dan auditif. Frasa “tik, tik, tik, waktu berdetik” membawa kita mendengar detik jam yang terus berjalan, melambangkan waktu yang tak bisa dihentikan.
Sementara itu, “air mataku biar terjatuh dalam hati” menciptakan gambaran air mata yang disembunyikan, memperkuat nuansa kesedihan yang dalam.
Imaji ini membuat pendengar seolah-olah ikut merasakan luka batin sang tokoh.
Kata Konkret Menguatkan Visualisasi
Kata-kata konkret seperti “waktu”, “detik”, dan “air mata” memberikan gambaran nyata yang mudah dibayangkan. Bunyi “tik, tik, tik” menyerupai detak jam, sementara “hancurnya hatiku” menggambarkan kehancuran emosional dengan jelas.
Kata-kata ini membantu pendengar terhubung dengan cerita lagu secara emosional.
Gaya Bahasa yang Penuh Perasaan
Lirik lagu ini menggunakan gaya bahasa personifikasi, seperti “waktu berdetik”, yang menggambarkan waktu sebagai sesuatu yang hidup dan tak terhentikan.
Adapun repetisi pada baris “kamu tak tahu rasanya hatiku” dan “kamu tak bisa bayangkan rasanya” menegaskan rasa frustrasi dan kesepian tokoh.
Pun metafora seperti “air mataku biar terjatuh dalam hati” juga menambah kedalaman emosi, membuat lagu ini terasa puitis.
Rima dan Ritme Melankolis
Baca juga: Lucyana Li (Catatan yang Sempat Hilang) bagian III
Kendati tidak menggunakan rima yang kaku, lirik ini memiliki pola rima akhir seperti “berdetik” dan “menghentikan” atau “hatiku” dan “kamu”, yang memberikan alunan musikal yang lembut.
Ritmenya pun bervariasi, dengan bagian cepat seperti “tik, tik, tik” yang menyerupai detak jantung, dan bagian lambat seperti “mauku tak penting lagi” yang mencerminkan kepasrahan.
Perpaduan ini menciptakan dinamika yang mendukung suasana lagu.
Tipografi Sederhana namun Efektif
Secara visual, lirik disusun dalam baris-baris pendek yang memudahkan penekanan emosi. Pengulangan “tik, tik, tik” menonjol sebagai simbol waktu yang terus berjalan, sementara bagian “Uh-ha-ah” dan “Uh-uh-uh” memberikan jeda emosional yang memperkuat intensitas lagu.
Penulisan yang sederhana ini memungkinkan penyanyi menonjolkan vokal pada kata-kata kunci seperti “cinta” dan “hati”.
Tema Cinta Tak Terbalas
Tema utama lagu cinta tak terbalas dan pengorbanan. Tokoh dalam lagu ini digambarkan rela mengesampingkan keinginannya demi kebahagiaan orang yang dicintai, meski itu menyisakan luka batin.
Baca juga: Lucyana Li (Catatan yang Sempat Hilang) bagian II
Frasa seperti “biar ku buat bahagiamu” menunjukkan pengorbanan yang tulus, sementara “hancurnya hatiku” menggambarkan penderitaan yang tersembunyi.
Tema ini universal, membuat lagu tetap relevan hingga saat ini
Rasa Mengundang Empati
Lagu ini dipenuhi rasa kesedihan dan kepedihan, utamanya pada baris “kamu tak tahu hancurnya hatiku”. Namun, ada juga nuansa kepasrahan dan cinta tulus, seperti pada “mauku tak penting lagi”.
Perpaduan emosi ini menciptakan pengalaman mendengar yang menyentuh, mengundang empati dari pendengar yang pernah mengalami cinta bertepuk sebelah tangan.
Masih Cinta dari Kotak merupakan karya yang berhasil memadukan lirik sederhana dengan emosi yang mendalam.
Dengan diksi yang lugas, imaji yang kuat, dan gaya bahasa yang puitis, lagu ini mampu menyampaikan cerita cinta tak terbalas yang penuh pengorbanan.
Ritme dan rima yang melankolis, ditambah tipografi yang sederhana, membuat lagu ini mudah diingat dan mengena di hati.
Editor : Yuris. T. Hidayat