Surabaya, JatimUPdate.id - Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) melalui Center for Environmental of Pesantren (CEHP) menjalin kerja sama dengan Lembaga Zakat, Infaq, Sedekah, dan Wakaf (ZISWAF) CTARSA dalam upaya menyediakan akses air bersih bagi pondok pesantren di Kalimantan Barat (Kalbar), Jumat, (21/11/2025).
Baca juga: Surabaya 1960-1990 Barometer Surealisme di Indonesia
Kegiatan tersebut bukan yang pertama karena sebelumnya CEHP juga memberikan bantuan di pesantren-pesantren lain seperti di Pamekasan dan yang lainnya.
Adanya kolaborasi itu CEHP UNUSA menyumbangkan teknologi UNUSA-Water untuk memurnikan air, sementara ZISWAF CTARSA Lembaga yang dimiliki oleh Chairul Tanjung ini menyediakan dana untuk pelaksanaan program tersebut.
Baca juga: Pakar: Jakarta Punya Pengalaman, Surabaya Perlu Ambil Pelajaran Bukan Antipati Urbanisasi
Perlu diketahui, bahwa sudah sejak lama banyak pondok pesantren di Kalbar mengandalkan air sungai yang keruh, berlumpur, dan terkontaminasi polusi untuk keperluan sehari-hari seperti mandi, mencuci pakaian, dan berwudu.
Akibatnya, sekitar 78% santri di daerah tersebut terjangkit skabies (gatal-gatal) akibat kualitas air yang buruk.
Baca juga: Jakarta Terbuka, Surabaya Pilih Operasi Yustisi, Ini Kata Pakar Unesa
Sementara itu, Achmad Syafiuddin, Ph.D., sebagai Ketua CEHP menyatakan bahwa dengan hadirnya teknologi UNUSA-Water, diharapkan para santri bisa memperoleh air bersih yang lebih aman, sehingga mendukung kesehatan dan kenyamanan mereka dalam beraktivitas.
"Kolaborasi ini menunjukkan komitmen kedua lembaga untuk menciptakan dampak sosial yang positif bagi komunitas pesantren dan memperbaiki kualitas hidup para santri di Kalimantan Barat", ucap Achmad Syafiuddin. (wb/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat