Bondowoso, JatimUPdate.id, – Pimpinan Pondok Pesantren Al-Ishlah Bondowoso, KH Thoha Yusuf Zakariya, menegaskan bahwa menjaga kesehatan seluruh civitas pesantren adalah prioritas utama.
Baca juga: BREAKINGNEWS: Jembatan Sukowiryo di Jalan Mastrip Bondowoso Ambrol Satu Sisi, Akses Dibatasi Ketat
Tidak hanya santri, tetapi juga ustadz, ustadzah, dan dosen harus mendapatkan perhatian yang sama.
Hal ini disampaikan saat KH Thoha membuka kegiatan sosialisasi dan pemeriksaan kesehatan massal yang berlangsung di Auditorium KH Mohammad Ma’sum, Sabtu (6/12/2025).
Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur dan Dinas Kesehatan Bondowoso.
“Saya ingin ustadz, ustadzah, santri, dan jamaah sehat. Sehat hati, pikiran, mental, intelektual, dan yang paling penting, badan sehat,” tegas KH Thoha.
Menurutnya, kesehatan para pendidik sangat menentukan kualitas pembinaan dan pendidikan di pesantren.
“Tidak hanya kesehatan santri, tetapi juga kesehatan para ustadz dan dosen. Karena kesehatan pendidik menentukan kelancaran tugas dan aktivitas sehari-hari mereka,” tambahnya.
1.200 Santri dan Pendidik Jalani Pemeriksaan
Pemeriksaan kesehatan massal ini diikuti 1.200 santri dari tingkat TK hingga Perguruan Tinggi, serta jajaran ustadz, ustadzah, dan dosen di lingkungan Ponpes Al-Ishlah.
Kegiatan ini melibatkan 150 tenaga medis, termasuk tenaga dari Dinas Kesehatan Bondowoso, 10 Puskesmas, mahasiswa Akbid Dharma Praja, serta dokter spesialis penyakit dalam, anak, dan paru.
Baca juga: Retribusi Administrasi Dihapus, Raperda Pajak Baru di Bondowoso Permudah Layanan Publik
Pemeriksaan mencakup skrining Penyakit Tidak Menular (PTM), deteksi Tuberkulosis (TBC), dan pemeriksaan umum bagi santri, guru, dan dosen.
*Suasana dan Para Tamu yang Hadir*
Acara ini turut dihadiri sejumlah pejabat dan tokoh penting. Selain KH Thoha Zakariya sendiri, hadir pula Ketua Yayasan Ponpes Al-Ishlah Gus Mahmud, Sekretaris Dinas Kesehatan Jatim M. Yoto SKM., M.Kes, serta Plt. Kepala Dinkes Bondowoso dr. Arif Sudibyo.
Beberapa pejabat lainnya yang ikut meninjau kegiatan adalah Kabid P2P dr. Habib Muzaki M.Kes dan sejumlah dokter spesialis dari RSUD Bondowoso, di antaranya dr. Yusdeny Larasakti Sp.PD dan dr. Fooi Isnaini Nurul Hikmah Sp.A.
Mereka meninjau langsung proses pemeriksaan, mulai dari santri TK hingga SMP, serta memberikan edukasi mengenai pencegahan PTM dan deteksi dini TBC. Kehadiran para pejabat kesehatan ini menegaskan dukungan pemerintah terhadap upaya kesehatan di lingkungan pesantren.
Baca juga: Bupati Bondowoso Resmi Buka Festival Ramadhan 2026, Dorong Ekonomi Rakyat dan Pelestarian Budaya
Rencana Pembangunan Rumah Sehat/Puskesren
KH Thoha juga mengungkapkan rencana pembangunan Rumah Sehat atau Puskesren sebagai fasilitas medis permanen di lingkungan pesantren.
“InsyaAllah kami akan membangun Rumah Sehat. Ini penting untuk jangka panjang agar santri dan pendidik memiliki akses layanan kesehatan cepat dan terstandar,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa pesantren tidak hanya bertugas mencerdaskan santri secara spiritual dan akademik, tetapi juga menjaga kesejahteraan fisik dan mental seluruh civitas.
“Bagaimanapun, kesehatan adalah modal utama. Jika pendidik dan santri sehat, maka kegiatan belajar dan ibadah dapat berjalan maksimal,” tutupnya. (ries/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat