Jakarta, JatimUPdate.id - Ketua Komisi X DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Hetifah Sjaifudian, menegaskan bahwa perguruan tinggi dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memiliki peran strategis dalam penanganan dan pemulihan pascabencana di Indonesia. Menurutnya, pemulihan ideal harus berbasis riset, data, dan inovasi agar tidak bersifat jangka pendek dan reaktif.
Hetifah menilai, kampus dapat menjadi garda depan dalam membantu masyarakat terdampak bencana melalui berbagai bentuk kontribusi nyata. Mulai dari asesmen kebutuhan dan risiko, penyusunan perencanaan pembangunan yang lebih aman dan berkelanjutan, hingga pelatihan keterampilan serta pendampingan pemulihan psikososial.
Baca juga: Hetifah Sjaifudian Dorong Regulasi Ketat Usai Pemblokiran Grok
“Keterlibatan dosen dan mahasiswa melalui program pengabdian kepada masyarakat menjadikan perguruan tinggi hadir langsung di tengah warga saat dibutuhkan,” ujar Hetifah di Jakarta, Rabu (31/12).
Ia menambahkan, kolaborasi tersebut penting untuk memastikan bahwa proses rehabilitasi dan rekonstruksi tidak hanya membangun kembali fisik wilayah terdampak, tetapi juga memperkuat kapasitas dan kualitas sumber daya manusia.
Dalam kerangka yang sama, Hetifah menekankan peran krusial BRIN sebagai mitra Komisi X DPR RI. BRIN diharapkan mampu memastikan kebijakan dan program pemulihan pascabencana didasarkan pada riset yang aplikatif dan dapat langsung dimanfaatkan.
Baca juga: DPR Tegaskan Revisi UU Sisdiknas Masih Tahap Awal
BRIN, lanjutnya, dapat berkontribusi melalui pengembangan teknologi tepat guna, pemetaan risiko bencana, sistem peringatan dini, serta model pembangunan adaptif yang sesuai dengan karakteristik wilayah terdampak. Namun demikian, Hetifah menekankan pentingnya hilirisasi hasil riset agar tidak berhenti di tataran akademik.
“Riset harus sampai ke masyarakat dan pemerintah daerah, sehingga benar-benar berdampak pada peningkatan ketangguhan wilayah rawan bencana,” tegasnya.
Baca juga: Komisi X DPR Tunggu Putusan MK Soal Gugatan UU Guru dan Dosen
Selain aspek riset dan pendidikan, Hetifah juga mengingatkan bahwa pemulihan pascabencana harus dilakukan secara menyeluruh, mencakup pemulihan sosial, ekonomi, dan martabat masyarakat. Pendekatan yang melibatkan warga secara aktif, termasuk melalui skema tenaga padat karya, dinilai mampu mempercepat pemulihan sekaligus menjaga keberlangsungan ekonomi keluarga terdampak.
Komisi X DPR RI, kata Hetifah, terus mendorong agar sinergi antara pemerintah, masyarakat, perguruan tinggi, dan BRIN menjadi bagian dari kebijakan penanganan bencana nasional yang terintegrasi, berkeadilan, dan berorientasi pada keberlanjutan jangka panjang (*)
Editor : Redaksi