Emil: Ancaman Lingkungan dan Disrupsi AI Nyata, Muhammadiyah Diminta Cetak Generasi Tangguh

Reporter : M Aris Effendi
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak di forum Pengajian PWM Jawa Timur di Universitas Muhammadiyah Jember. (Foto JatimUPdate.id)

 

Jember, JatimUPdate.id – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengingatkan bahwa ancaman krisis lingkungan dan disrupsi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) kini bukan lagi isu masa depan, melainkan realitas yang sedang dihadapi masyarakat.

Baca juga: Berkah Melimpah di Unmuh Jember, PWM Jatim Bagikan 11 Paket Umrah pada Kajian Ramadan 1447 H

Dalam situasi itu, ia meminta Muhammadiyah mengambil peran strategis mencetak generasi tangguh yang siap memimpin perubahan.

Hal tersebut disampaikan Emil saat menghadiri Kajian Ramadan 1447 H yang digelar Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur (PWM Jatim) di Universitas Muhammadiyah Jember, Sabtu (21/2/2026).

Forum yang diikuti sekitar 1.500 peserta itu mengangkat tema Ekoteologi dan Tugas Kekhalifahan.

“Gubernur dan saya memandang Kajian Ramadan Muhammadiyah sebagai forum penting. Pemerintah tidak boleh absen dari ruang-ruang keumatan seperti ini,” ujar Emil.

Ekoteologi dan Tanggung Jawab Moral

Menurut Emil, isu lingkungan sering kali baru mendapat perhatian ketika bencana terjadi. Padahal, kerusakan alam berdampak langsung pada kehidupan sosial, ekonomi, hingga keselamatan masyarakat.

Ia menilai konsep ekoteologi yang diangkat dalam kajian tersebut relevan dengan kondisi saat ini. Dalam ajaran Islam, manusia ditempatkan sebagai khalifah di muka bumi yang memiliki mandat menjaga keseimbangan dan kelestarian ciptaan Tuhan.

“Saya tertarik dengan tema ekoteologi. Ini berpengaruh sangat besar, tetapi sering kita lupakan dan anggap sambil lalu,” tegasnya.

Ia menambahkan, menjaga bumi bukan sekadar kebijakan teknis, melainkan bagian dari tanggung jawab moral dan spiritual.

Baca juga: Membangun Tradisi Baru: Merefleksikan 25 Tahun Muhammadiyah Jawa Timur, Meneguhkan Arah Gerakan

“Sebagai bangsa yang berlandaskan Ketuhanan Yang Maha Esa, menjaga bumi adalah bagian dari pengamalan ajaran agama dan wujud rasa syukur atas anugerah Allah,” ungkapnya.

Muhammadiyah Mitra Strategis Negara

Emil juga menegaskan bahwa pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam membangun bangsa. Ia menyebut Muhammadiyah sebagai mitra strategis melalui ribuan amal usaha di bidang pendidikan dan kesehatan yang telah berdiri sejak sebelum Indonesia merdeka.

“Tugas mencerdaskan bangsa tidak bisa ditanggung seratus persen oleh pemerintah. Muhammadiyah telah berdiri dan beramal usaha di bidang pendidikan jauh sebelum Indonesia merdeka,” ujarnya.

Menurutnya, kekuatan Muhammadiyah terletak pada kemampuannya membentuk karakter generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas dan spiritualitas yang kuat.

Menjawab Disrupsi AI

Baca juga: PWM Jatim Luncurkan 25 Buku di Kajian Ramadan 1447 H, Tegaskan Tradisi Literasi Kader

Selain krisis lingkungan, Emil menyoroti perkembangan AI yang kini mengubah pola belajar, pola kerja, hingga cara manusia mengambil keputusan. Disrupsi teknologi yang berlangsung cepat itu, kata dia, menuntut kesiapan generasi muda agar tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga pengendali perubahan.

“Kita menghadapi era AI dengan segala tantangannya. Kita butuh generasi muda yang tangguh, bermental kuat, rasional, nasionalis, dan berakhlak baik. InsyaAllah, itu lahir dari pendidikan Muhammadiyah,” tandasnya.

Ia berharap sinergi antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Muhammadiyah terus diperkuat, agar nilai keagamaan, kepedulian terhadap lingkungan, serta kesiapan menghadapi revolusi teknologi dapat berjalan beriringan.

Di tengah ancaman krisis ekologis dan gelombang disrupsi global, Emil menegaskan peran organisasi keagamaan tidak cukup hanya menjaga tradisi, tetapi juga memimpin arah perubahan.

“Zaman boleh berubah cepat, tetapi tanggung jawab kita sebagai khalifah di bumi tidak boleh tertinggal,” pungkasnya. (ries/yh)

Editor : Yuris. T. Hidayat

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru