KBS Resmi Jadi Perumda, Manajemen Kebun Binatang Surabaya Siap Benahi Legalitas

Reporter : Ibrahim
Muhammad Nahroni, dok jatimupdate.id

Surabaya,JatimUPdate.id – DPRD Kota Surabaya menggelar rapat paripurna penetapan Kebun Binatang Surabaya (KBS) menjadi perusahaan umum daerah (Perumda), di ruang utama lantai III DPRD Surabaya, Senin (23/2).

Perubahan status itu disambut jajaran manajemen KBS dengan langkah penyesuaian administrasi dalam waktu dekat.

Baca juga: BPJS Nonaktif Tanpa Pemberitahuan, Warga Miskin Terancam Gagal Operasi

Direktur Keuangan dan SDM KBS, Muhammad Nahroni, mengatakan perubahan nomenklatur kelembagaan akan diikuti pembenahan dokumen legalitas.

“Ini maka kita akan menyesuaikan dengan administrasinya. Administrasinya kan nomenklaturnya sudah berubah, sehingga dalam jangka pendek kita akan menyesuaikan, misalnya NIB dan izin-izin segera kita ubah sesuai dengan nomenklatur yang baru,” kata Nahroni.

Ia berharap, dengan status baru sebagai Perumda, akselerasi pengelolaan KBS bisa berjalan lebih cepat dan adaptif.

Ke depan, lanjutnya, langkah pengembangan akan tetap berpijak pada ruh KBS sebagai lembaga konservasi, edukasi, dan rekreasi. 

Tiga pilar tersebut, menurut dia, harus berjalan beriringan dan saling menguatkan.

Baca juga: DPRD Surabaya Soroti Dinamika Normalisasi Sungai Kalianak Tahap II

“Bagaimanapun juga kita harus optimal. Tidak hanya dalam satu visi tadi, dari tiga pilar itu, tapi semuanya harus berkembang seiring sejalan,” katanya.

Nahroni menegaskan, aspek konservasi tidak bisa berjalan maksimal tanpa dukungan operasional dari sektor rekreasi. 

Sebaliknya, kontribusi di bidang pendidikan juga tidak akan optimal tanpa perluasan jaringan kerja sama.

Baca juga: CEO JatimUPdate Ucapkan HUT ke-36 Abdul Malik, Titip Pesan Ingat K’Tut Tantri

Ia memaparkan, selama ini KBS telah menjalin kolaborasi dengan sejumlah kampus dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). 

Dengan status Perumda, ia membuka peluang kerja sama yang lebih luas, termasuk menjajaki jejaring internasional.

“Jika sumbangan kita ke pendidikan tidak akan optimal tanpa kita memperluas jaringan kerja sama dengan baik, dengan kampus, dengan BRIN yang selama ini kita laksanakan. Mungkin nanti bisa lebih luas lagi sampai nanti bisa ke jejaring internasional,” urai Muhammad Nahroni

Editor : Miftahul Rachman

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru