Lamongan, JatimUPdate.id - Semangat berbagi di bulan suci Ramadan kembali ditunjukkan Keluarga Alumni Universitas Jember (Kauje) Koordinator Daerah (Korda) Lamongan.
Organisasi alumni ini menggelar aksi sosial dengan menyalurkan bantuan 100 paket sembako kepada warga terdampak banjir di Desa Kepudibener, Kecamatan Turi, Sabtu (7/3).
Baca juga: Khofifah Resmikan Revitalisasi 51 Sekolah di Lamongan dan Gresik, Total Anggaran Capai Rp69,7 Miliar
Aksi kemanusiaan tersebut dipimpin langsung Ketua Kauje Korda Lamongan, Munif Syarif, bersama sejumlah anggota. Mereka mendatangi rumah-rumah warga untuk menyerahkan bantuan secara langsung, sehingga bantuan benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan.
Kegiatan sosial ini berlangsung penuh kehangatan. Warga yang selama beberapa waktu terakhir menghadapi dampak banjir menyambut bantuan tersebut dengan penuh rasa syukur. Senyum dan ucapan terima kasih mengiringi setiap paket sembako yang diserahkan.
Kepala Desa Kepudibener, Solikin, menyampaikan apresiasi atas kepedulian para alumni Universitas Jember terhadap warganya yang sedang menghadapi masa sulit.
“Terima kasih kepada Kauje Lamongan. Warga kami sangat terbantu dan merasa diperhatikan. Bantuan ini sangat berarti bagi masyarakat yang terdampak banjir,” ujar Solikin.
Menurutnya, banjir yang melanda wilayah Kecamatan Turi beberapa waktu terakhir cukup berdampak pada kehidupan masyarakat, terutama bagi warga yang tinggal di kawasan rendah dan dekat aliran sungai.
Data terbaru menunjukkan banjir di wilayah Lamongan akibat luapan Bengawan Jero berdampak luas. Tercatat sekitar 4.986 rumah terendam dan lebih dari 20.850 jiwa terdampak di sejumlah kecamatan. Selain permukiman, sekitar 7.125 hektare tambak juga ikut terendam air.
Di Kecamatan Turi sendiri, beberapa desa termasuk Kepudibener turut terdampak genangan air akibat curah hujan tinggi dan meluapnya aliran sungai. Banjir bahkan sempat menggenangi jalan desa dan lingkungan permukiman warga.
Kondisi tersebut membuat aktivitas warga terganggu.
Baca juga: Baksos HPN di Bulan Ramadhan, PWI Sidoarjo Berbagi dengan Anak Yatim
Ketua Kauje Korda Lamongan, Munif Syarif, mengatakan bahwa kegiatan sosial tersebut merupakan bentuk kepedulian alumni Universitas Jember terhadap masyarakat sekitar, khususnya mereka yang sedang tertimpa musibah.
Menurutnya, Ramadan merupakan momentum yang tepat untuk memperkuat solidaritas sosial dan menebar manfaat bagi sesama.
“Kegiatan sosial seperti ini rutin kami gelar sebagai bentuk sumbangsih untuk daerah tercinta. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban warga yang terdampak banjir,” ujar Munif Syarif.
Mantan Kepala Dinas Pendidikan Lamongan itu menambahkan, kegiatan sosial tersebut tidak berhenti di situ saja. "Besok (8/3) kami juga akan menggelar bagi-bagi takjil, dilanjutkan buka bersama sebagai bentuk keguyuban alumni, " tuturnya.
Ia menegaskan bahwa Kauje Lamongan tidak hanya menjadi wadah silaturahmi antaralumni, tetapi juga berkomitmen aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.
Dalam kegiatan tersebut, para anggota Kauje terlihat berkeliling dari rumah ke rumah warga sambil menyerahkan paket sembako berisi kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, gula, dan bahan pangan lainnya.
Baca juga: Ramai Keluhan MBG, LHKP Muhammadiyah Lamongan Desak Evaluasi Total dan Transparansi Pengelolaan SPPG
Selain memberikan bantuan, para alumni juga menyempatkan diri berdialog dengan warga untuk mengetahui kondisi mereka pascabanjir. Interaksi tersebut menambah kehangatan suasana sekaligus memperkuat hubungan sosial antara komunitas alumni dan masyarakat.
Bagi warga Kepudibener, bantuan ini bukan sekadar paket sembako, tetapi juga bentuk perhatian dan kepedulian yang memberi semangat di tengah ujian bencana.
“Yang paling penting bagi kami adalah rasa kebersamaan. Saat ada yang peduli seperti ini, kami merasa tidak sendirian menghadapi musibah,” ujar salah satu warga penerima bantuan.
Aksi sosial Kauje Lamongan ini menjadi contoh nyata bagaimana komunitas alumni dapat berperan aktif dalam membantu masyarakat. Di tengah tantangan bencana dan kesulitan ekonomi, kepedulian sosial menjadi kekuatan penting untuk menjaga solidaritas dan harapan.
Ramadan pun menjadi momentum terbaik untuk meneguhkan nilai kemanusiaan: bahwa berbagi, sekecil apa pun, mampu menghadirkan kebahagiaan dan menguatkan semangat masyarakat untuk tetap semangat. (wb/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat