Surabaya, JatimUPdate.id - Dalam upaya menjaga keberlanjutan sumber daya air di kawasan hutan Jawa Timur, Perum Perhutani Divisi Regional (Divre) Jawa Timur memberikan dukungan penuh kepada Ormas Formasy Praja Nusantara (FPN) dalam sosialisasi dan implementasi aturan terkait pengelolaan air.
Baca juga: Inisiasi Bersejarah di Kampus: Kerja Sama UNISBA Blitar dan Perhutani dalam Pengelolaan Hutan
Pada Senin (9/3/2026), di ruang rapat kantor Perhutani Divre Jawa Timur di Genteng Kali, Ketua Umum FPN, Dodik Purwoko, memimpin kunjungan resmi sebagai tindak lanjut surat rekomendasi Kepala Bakorwil III Malang.
Audiensi ini diterima langsung oleh Kepala Divre Jawa Timur, Wawan Triwibowo, bersama jajaran pimpinan seperti Joko Susanto (Kepala Departemen Pengelolaan Sumber Daya Hutan dan Produksi), Hari Dwi Hutanto (Kasi Utama Kesehatan, Keselamatan Kerja dan Lingkungan), serta Andry Wahyu (Sekretaris Divre).
Rombongan FPN juga diikuti oleh Devid Yuliasir, Ketua Umum Yayasan SASAJI yang bergerak di bidang budaya dan lingkungan, serta perwakilan FPN dari Pasuruan dan Kota Batu.
Dodik Purwoko menyampaikan apresiasi atas sambutan terbuka dari Perhutani Jawa Timur, dan menegaskan bahwa gerakan FPN bertujuan utama menjaga keberadaan air di kawasan hutan sebagai sumber kehidupan masyarakat.
“Tiga poin utama yang kami bahas adalah koordinasi data sumber air dan catchment area, penyamaan pandangan terkait penyelesaian masalah air, serta forum diskusi kelompok (FGD) untuk merumuskan pola solusi dan tindakan pencegahan kerusakan sumber daya air,” jelas Dodik.
Wawan Triwibowo menyatakan dukungan terhadap gerakan FPN, menekankan pentingnya legalitas bagi pemanfaat dan pengguna air agar pengelolaan air dapat terukur dan sesuai aturan yang berlaku.
Baca juga: Polisi Tangkap Empat Pelaku Penebang Pohon Milik Perhutani Blitar
“Kami ingin memberikan arahan positif bagi penggunaan air yang mungkin sudah terlanjur dilakukan agar bermanfaat dan berkelanjutan. Perhutani juga berperan sebagai jembatan bagi masyarakat dalam mengakses air,” ujar Wawan.
Ia menyambut baik kritikan dan masukan membangun dari FPN sebagai cermin untuk meningkatkan pengelolaan hutan dan air.
Menindaklanjuti surat resmi FPN Nomor 001B/P/DMN-FPN/III/2026 mengenai permohonan peninjauan dan pengawasan pengambilan air di kawasan hutan produksi tetap, Kadivre Jawa Timur meminta jajaran terkait untuk segera turun ke lapangan.
“Targetnya sebelum Lebaran sudah ada tim yang melakukan inspeksi langsung, dengan tindak lanjut pasca-Lebaran. Air adalah sumber eksotik dan sangat krusial, terutama dalam mendukung program pemerintah ASTA CITA II,” tegas Wawan.
Baca juga: DPR RI minta BUMN Perkebunan bantu bahan baku industri plywood
Joko Santoso, Kepala Departemen Pengelolaan Sumber Daya Hutan dan Produksi, menambahkan bahwa air dan udara adalah kebutuhan mendasar semua makhluk hidup. Oleh karena itu, kolaborasi dan kepedulian bersama sangat diperlukan untuk menjaga kelestarian hutan sekaligus memastikan manfaatnya bagi masyarakat luas.
“Kita harus konsolidasi agar menjaga hutan tetap lestari serta air dapat bermanfaat bagi semua,” pungkas Joko.
Audiensi antara Perhutani Jawa Timur dan Ormas Formasy Praja Nusantara menegaskan komitmen bersama dalam menjaga sumber daya air di wilayah hutan.
Melalui sinergi, koordinasi data, dan pengawasan lapangan, diharapkan keberlanjutan ekosistem hutan dan ketersediaan air dapat terjaga demi kesejahteraan masyarakat dan lingkungan. (dek/mmt)
Editor : Miftahul Rachman