Jembatan Sentong Ditutup, Pemkab Bondowoso Kebut Perbaikan Jalan Alternatif Jelang Mudik

Reporter : M Aris Effendi
Petugas melakukan perbaikan jalan berlubang di jalan alternatif Bondowoso menjelang arus mudik Lebaran 2026. Tambal sulam jalan dipercepat menyusul penutupan Jembatan Sentong.

 

Bondowoso, JatimUPdate.id,– Pemerintah Kabupaten Bondowoso mempercepat perbaikan jalan berlubang di sejumlah ruas jalan alternatif menjelang arus mudik Lebaran 2026.

Baca juga: Pemkab Bondowoso dan Taspen Bagikan Sembako untuk ASN Golongan I-II di Ramadan 1447 H

Langkah ini dilakukan menyusul penutupan Jembatan Sentong akibat bencana yang berpotensi mengalihkan arus kendaraan ke jalur lain.

Perbaikan dilakukan dengan metode tambal sulam menggunakan aspal dan ditargetkan rampung sebelum Hari Raya Idulfitri.

Upaya ini dilakukan agar jalur alternatif tetap aman dan nyaman dilalui masyarakat selama periode mudik.

Beberapa ruas yang menjadi fokus perbaikan berada di wilayah Desa Kembang, Kecamatan Bondowoso hingga Petung, Kecamatan Curahdami.

Selain itu, perbaikan juga dilakukan pada ruas jalan alternatif yang melintasi Kecamatan Tamanan.

Jalur-jalur tersebut diperkirakan akan mengalami peningkatan volume kendaraan selama masa mudik, terutama setelah Jembatan Sentong tidak dapat dilalui kendaraan.

Baca juga: 360 Personel Gabungan Amankan Mudik Lebaran, Polres Bondowoso Gelar Operasi Ketupat Semeru 2026

Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid mengatakan pemerintah daerah menargetkan seluruh proses perbaikan jalan alternatif dapat diselesaikan sebelum Lebaran.

“Untuk yang barat sudah. Untuk yang selatan masih on progres, kami targetkan sebelum Lebaran sudah tertangani,” ujar Bupati Hamid saat dikonfirmasi usai mengikuti Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2026 di Polres Bondowoso, Kamis (12/3/2026).

Selain mempercepat perbaikan jalan, pemerintah daerah juga mengajak masyarakat untuk ikut menjaga kondisi infrastruktur, terutama dengan memastikan saluran drainase tetap bersih.

Menurutnya, kegiatan kerja bakti atau kurve yang melibatkan masyarakat, aparat hingga Aparatur Sipil Negara (ASN) dapat menjadi langkah sederhana untuk menjaga fungsi drainase agar tidak memicu kerusakan jalan.

Baca juga: Antara Takdir dan Nasib: Jalan Sufi Menemukan Kebahagiaan Sejati

Bupati juga mengimbau para pengendara untuk tetap tertib dan berhati-hati saat melintas di jalur alternatif, khususnya bagi kendaraan yang melebihi kapasitas tonase.

Pemerintah daerah telah memasang papan peringatan di sejumlah titik, mulai dari jalur arah Jember, Besuki hingga Situbondo untuk mengarahkan kendaraan berat agar menggunakan jalur yang sesuai.

“Ada keterbatasan kekuatan jalan. Jadi untuk kendaraan yang melebihi tonase, kami harapkan melewati jalan lain,” pungkasnya. (ries/yh)

Editor : Yuris. T. Hidayat

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru