Surabaya,JatimUPdate.id — Ketua Ansor Jawa Timur Musaffa Safril bersama Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Jawa Timur Arnold L. Panjaitan mengunjungi kediaman keluarga almarhum Riyanto di Kota Mojokerto.
Musaffa menyampaikan kunjungan tersebut ikhtiar menjaga ingatan kolektif bangsa atas nilai-nilai kemanusiaan, keberanian, dan toleransi antar umat beragama yang diwariskan oleh almarhum Riyanto.
Baca juga: Konsulat Jenderal Republik Rakyat Tiongkok, Ye Su Kunjungi Ansor Jatim
“Almarhum Riyanto adalah simbol keberanian dan pengorbanan. Ia tidak hanya menjaga sebuah gereja, tetapi menjaga kemanusiaan, menjaga persaudaraan antar umat beragama, dan menjaga Indonesia. Spirit inilah yang harus terus kita rawat,” kata Musaffa', Selasa (17/3).
Ia menambahkan, menjelang Idul Fitri, momentum berbagi dengan keluarga almarhum juga menjadi bentuk penghormatan moral kepada orang tua yang telah melahirkan sosok teladan bagi bangsa.
“Kami ingin memastikan bahwa keluarga beliau tidak merasa sendiri. Ansor, Banser, dan seluruh masyarakat yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan akan selalu mengenang dan menghormati jasa almarhum,” tambahnya.
Baca juga: LBH Ansor Jatim Teken Kerjasama Penguatan Riset Hukum dengan FH UWKS
Sementara Arnold menyampaikan bahwa pengorbanan Riyanto merupakan simbol persaudaraan lintas iman yang menjadi fondasi penting bagi kehidupan berbangsa di Indonesia.
“Riyanto adalah pahlawan kemanusiaan. Ia menunjukkan bahwa iman tidak menghalangi kita untuk melindungi sesama. Justru dari imanlah lahir keberanian untuk menjaga kehidupan bersama,” ungkapnya.
Baca juga: Khidmat Kepada Masyarakat Ansor Jatim Launching Ratusan Posko Ramadan
Diketahui, Riyanto merupakan anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Nahdlatul Ulama yang gugur pada malam 24 Desember 2000.
Ia wafat akibat ledakan bom saat berusaha mengamankan dan menyelamatkan jemaat di Gereja Eben Haezer Mojokerto dari percobaan aksi teror bom pada malam Natal. (*/Roy)
Editor : Miftahul Rachman