Jakarta, JatimUPdate.id, – Isu kembalinya pembelajaran daring (PJJ) sempat mencuat di tengah rencana kebijakan work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN).
Baca juga: Krisis Kepsek dan Murid Minim, Dua PR Besar Dinas Pendidikan Bondowoso
Namun, pemerintah memastikan kegiatan belajar mengajar di sekolah tetap berlangsung normal secara tatap muka.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa sektor pendidikan tidak akan terdampak kebijakan penghematan energi yang tengah disiapkan pemerintah.
Ia memastikan, tidak ada skenario pembelajaran daring yang akan diterapkan. Seluruh siswa jenjang pendidikan dasar hingga menengah tetap menjalani pembelajaran tatap muka selama lima hari dalam sepekan.
“Pembelajaran akan tetap berjalan sebagaimana mestinya,” tegas Mendikdasmen.
Wacana pembelajaran daring sebelumnya sempat mencuat seiring rencana pemerintah menerapkan satu hari WFH dalam sepekan bagi ASN. Kebijakan ini merupakan bagian dari langkah efisiensi untuk menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) di tengah potensi krisis energi global.
Presiden RI, Prabowo Subianto, dalam sidang kabinet di Istana Negara pada Jumat (13/3/2026), mendorong langkah penghematan energi di berbagai sektor.
Menindaklanjuti arahan tersebut, jajaran Kabinet Merah Putih menyusun strategi efisiensi lintas sektor, termasuk pendidikan, kesehatan, dan layanan umum. Dalam pembahasan tersebut, opsi pembelajaran daring hingga model hybrid sempat menjadi bahan kajian.
Baca juga: IBS PKMKK Mendukung Kebijakan Pembatasan Akses Digital Anak
Namun, pemerintah akhirnya menegaskan bahwa sektor pendidikan tetap berjalan normal tanpa perubahan skema pembelajaran.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, menyampaikan bahwa pembelajaran tatap muka menjadi prioritas utama untuk menjaga kualitas pendidikan nasional.
Dalam keterangan pers pada 24 Maret 2026, ia juga mengingatkan pentingnya menghindari learning loss, yakni kondisi menurunnya capaian belajar siswa akibat terganggunya proses pendidikan.
“Pembelajaran tatap muka tetap diprioritaskan agar kualitas pendidikan tidak menurun,” ujarnya.
Menurutnya, meski opsi pembelajaran daring sempat dikaji dengan mempertimbangkan karakteristik mata pelajaran, hasil koordinasi lintas kementerian menyimpulkan bahwa saat ini belum ada urgensi untuk menerapkannya.
Baca juga: Jawa Timur Perkuat Pendidikan lewat Lighthouse School
Keputusan ini sekaligus menjawab kekhawatiran masyarakat, khususnya orang tua dan siswa, yang sempat mencemaskan kemungkinan kembalinya sistem belajar dari rumah seperti pada masa pandemi.
Di sisi lain, tekanan global terhadap sektor energi memang tengah meningkat. Harga minyak dunia dilaporkan melonjak di kisaran 100 dolar AS per barel, bahkan sempat menyentuh angka 112 dolar AS, dipicu konflik geopolitik di Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Pemerintah berencana mulai menerapkan kebijakan penghematan energi lintas sektor pada April 2026. Namun, layanan dasar seperti pendidikan dan kesehatan dipastikan tetap berjalan normal tanpa pengurangan kualitas layanan.
Dengan kepastian ini, aktivitas belajar mengajar di sekolah tetap berlangsung seperti biasa. Pemerintah juga memastikan tidak ada perubahan skema pembelajaran, sekaligus menegaskan bahwa stabilitas pendidikan menjadi prioritas di tengah dinamika global. (ries/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat