Puteri Anetta Sebut Teknis MBG Harus Diperbaiki Demi Ekonomi Lokal

avatar Shofa
  • URL berhasil dicopy
Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar, Puteri Anetta Komarudin
Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar, Puteri Anetta Komarudin

Jakarta, JatimUPdate.id - Puteri Anetta Komarudin menilai Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berpotensi besar menjadi pengungkit ekonomi lokal apabila pelaksanaannya melibatkan masyarakat sekitar, mulai dari peternak, pelaku UMKM, hingga pengelola dapur.

Hal itu disampaikan Puteri saat menghadiri sosialisasi MBG di Kabupaten Purwakarta, Selasa (13/5/2026). Dalam kegiatan tersebut turut hadir anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Kabupaten Purwakarta serta perwakilan Badan Gizi Nasional (BGN).

Menurut Puteri, persoalan utama dalam implementasi program MBG bukan terletak pada konsep program, melainkan pada aspek teknis pelaksanaan di lapangan yang masih perlu diperbaiki.

“Bukan programnya MBG yang bermasalah, tapi teknis pelaksanaannya yang perlu diperbaiki,” ujar Puteri.

Ia menjelaskan, secara nasional terdapat sekitar 1.780 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Namun di Purwakarta, sebanyak 52 SPPG dilaporkan ditutup Badan Gizi Nasional karena ditemukan sejumlah persoalan dalam pelaksanaan program.

Puteri menegaskan, MBG seharusnya mampu memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat daerah. Ia menilai keberadaan dapur MBG dapat membuka peluang usaha sekaligus memberdayakan pelaku ekonomi kecil di tingkat lokal.

“Program MBG harus menjadi pengungkit ekonomi masyarakat lokal, terutama bagi peternak, pelaku UMKM, dan pemberdayaan ibu-ibu di daerah,” katanya.

Sementara itu, Ketua Umum Fosta FPG DPR RI Nur Wahyu Satrio Wibowo mengatakan sosialisasi MBG di Purwakarta merupakan kerja sama antara Fosta dengan Badan Gizi Nasional.

Ia menegaskan Program MBG merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto yang perlu didukung seluruh elemen masyarakat dan partai politik pendukung pemerintah.

“Adapun kekurangan dalam pelaksanaan MBG, menjadi tanggung jawab kita semua untuk memberikan masukan dan aspirasi demi perbaikan program ke depan,” tegas Satrio.