LKPJ Wali Kota 2025, DPRD Soroti Ketahanan Pangan hingga Sampah

Reporter : Ibrahim
Cahyo Siswo Utomo, dok Jatimupdate.id

Surabaya,JatimUPdate.id – Anggota Pansus LKPJ Wali Kota Surabaya 2025, Cahyo Siswo Utomo, menyoroti sejumlah isu krusial, ketahanan pangan hingga persoalan klasik perkotaan.

Menurutnya, ada beberapa isu yang dinilai penting karena berkaitan dengan agenda nasional, seperti energi dan ketahanan pangan.

Baca juga: ARKI Minta Kos Harian Tetap Diizinkan, Tapi Difungsikan Secara Baik dan Bermoral

Ia menilai, meski Surabaya bukan kota produksi, aspek ketahanan pangan harus menjadi perhatian serius Pemkot, utamanya potensi di tingkat kampung yang bisa dioptimalkan.

“Di ketahanan pangan ini harapan kami Surabaya ini meskipun dia bukan kota produksi, tapi ketahanan pangan ini juga menjadi concern yang sampai hari ini menurut kami perlu ada masukan-masukan untuk pemerintah kota Surabaya,” kata Cahyo, Kamis (16/4).

Anggota Komisi A DPRD Surabaya itu menyebut, berdasarkan informasi yang diterima, seluruh kelurahan di Surabaya memiliki program kampung tematik. 

Kampung itu berkaitan dengan ketahanan pangan, mulai dari kampung sayur hingga perikanan. 

Namun, pihaknya belum memastikan apakah program tersebut masih berjalan aktif di lapangan.

Selain ketahanan pangan, pansus juga menyoroti persoalan lain seperti sampah, kemacetan, dan banjir.

Baca juga: Pengusaha Sebut Lebih Mudah Kelola Kos Campur 

Untuk sektor persampahan, Cahyo mengakui ada perbaikan kinerja. 

Namun, ia menyoroti masih adanya persoalan dalam proses pemilahan sampah di tingkat lapangan.

“Ketika di beberapa RT dan RW itu sudah dipilah, tapi ketika diambil sama petugas itu kadang tidak dipilah,” katanya.

Sementara itu, pada 2025 pansus juga memberikan catatan terkait indeks kualitas udara dan ruang terbuka hijau (RTH). 

Baca juga: ARKI Minta Kejelasan Perda Hunian Layak, Komisi A Sebut Salah Kutip Media

Ia menilai, pengukuran kualitas udara masih bisa ditingkatkan dengan penambahan titik sampling.

“Indeks udara sebenarnya masih bisa lebih baik lagi, cuman sampling udara ini di tempat yang banyak polusinya jadi mungkin tidak terlalu bagus hasilnya,” jelasnya.

Ia menambahkan, pansus juga terus melakukan koordinasi dengan sejumlah OPD, termasuk DSDABM Kota Surabaya, menindaklanjuti berbagai catatan tersebut.

“Dan masih ada lagi kita beri masukan termasuk ke DSDABM Kota Surabaya, ini kita running rapat koordinasi dengan OPD,” urai Cahyo Siswo Utomo. (Adv)

Editor : Miftahul Rachman

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru