Welcome Gen Z dan Rebranding Koperasi
Oleh : AS KHABUL MUKMININ *
JatimUPdate.id - Good by Koperasi Jadul. Kata provokatif berdampak atau menohok. Bertanyalah ke Gen Z soal Koperasi. Mayoritas akan menjawab. “….Oo komunitas lansia dan pensiunan,” tukasnya otomatis. Tapi itu dulu. Sebelum KDKMP di gelontorkan secara massif. Masuk dalam PSN (Program Strategis Nasional). Sekali lagi Strategis.
Masih di bulan Juni , ada animo yang besar. Tentu dengan harapan positif. Partisipasi dalam rekruitmen Manajer KDKMP telah menyedot perhatian 639.730 peserta. Jumlah yang sangat signifikan itu, dipastikan 95 persen kalangan Gen Z dan kaum milenial.
Jelas dan tegas. Kata orang Jawa “Cetho welo welo”. Terang benderang. Bahwa pemerintah tengah menjadikan GenZ sebagai motor penggerak utama Kopdes.
Sangat beralasan. Optimisme bangsa memandang bonus Demografi yang puncaknya tahun 2030 dengan komposisi 60 % penduduk Nusantara, berada di usia produktif.
Peran Utama GenZ
Perspektif optimis terus dikobarkan. Sematkan dalam diri GenZ, bahwa potensi jeli dan cermat adalah bagian dari personalitinya. Gen Z , hidup di era keberlimpahan informasi (Information abbundance). Bergerak lebih cepat dan inovatif. Kemampuan membaca peluang (Oportunity), sangat presisi untuk melakukan pemetaan potensi. Ya potensi desa.
Kenapa Desa ? Tidak kurang dari 32, 9 juta atau 12,2 % generasi ini berada di desa. Potensi yang luar biasa ini barangkali akan menjadi modal sosial bagi tumbuh kembang KDKMP.
GenZ identik dengan Digitalisasi dan inovasi. Dua kata yang melekat (in heren) dengan mayoritas GenZ. Koperasi yang Jadul akan di modernkan. Bukankah desa sudah menjadi Global Village (desa global) jauh beda saat generasi baby boomer hidup di masa muda.
Era Digitalisasi Koperasi sudah memasuki babak baru. Desain Korporatisasi Koperasi sudah pula mulai di aplikasikan. Tata kelola, model rekruitmen yang jadul sewajarnya di reformasi.
Aspek terpenting adalah jiwa Koperasi, yakni kekeluargaan, semangat gotong royong, saling tolong menolong, transfer pengetahuan, transfer budi pekerti. Harus terus di pelihara sebagai kearifan lokal.
MODAL SOSIAL
Animo kalangan GenZ dalam proses rekruitmen Manajer KDKMP yang berjumlah 63.9730 personil, harus segera di tangkap sebagai peluang. KDKMP jangan sekedar memandang sebagai angka un sich. Animo ini sebaiknya segera di wadahi. Artinya jumlah personil GenZ sebanyak itu harus direkruit dengan model digital. Ditahap awal bentuklah komunitas yang nyaman dan menyapa kebutuhan mereka. Jika berhasil merangkul dan mewadahi mereka.
Asumsi paling sederhana. Jadikan seluruh peserta rekruitmen itu sebagai anggota baru Koperasi. Asumsi simpanan pokok 100 K, maka tidak kurang dari 64 Milliar terkumpul kapitalisasi. Jika simpanan wajib taruh saja angka sebungkus rokok kretek. Berkisar 25 K, maka terkumpul kapitalisasi awal 16 Milliar.
Ucapkan, Welcome,…Selamat Datang anggota baru KDKMP dari kalangan GenZ. Paling tidak para GenZ, baik yang di terima nantinya sebagai Manajer, maupun belum beruntung. Mereka telah berada dalam frekuensi yang sama. Ingat, kalangan GenZ punya soliditas dan solidaritas yang tidak bisa di pandang sebelah mata.
REBRANDING KOPERASI
Sehari hari kita menyaksikan inovasi kalangan GenZ dalam menyajikan kreativitas di dunia kuliner. Lihatlah, bagaimana mereka mengemas sesuatu yang dulu memang sudah ada menjadi sajian yang menarik. Contoh kecil yang saya alami dan perhatikan. Satu produk berbasis Es The (baca;the).
D produki tangan mereka lahir 10 sampai 15 varian. Mereka menyebutnya The. Ada Es The Original, The Black Current, The Mocca, The Fruit,The Manggo. Sambil senyum senyum saya sungguh menikmatinya.
Barangkali dalam bahasa marketing itulah rebranding. Bagaimana sesuatu yang dulu pernah ada, namun serasa menjadi baru karena sentuhan kreativitas yang baru. Dalam konteks Rebranding paling tidak ada tiga aspek yang mesti di perhatikan. Kenapa ? Jangan sampai Rebranding hanya menyentuh sisi artifisial, kulitnya saja.
Rebranding setidaknya menyajikan value baru, Citra yang baru. Secara Visual bisa saja dengan tampilan baru. Secara verbal bisa pula cara atau model komunikasi yang baru, tone of voice maupun tag line yang baru.
Rebranding ada baiknya memperhatikan strategi yang baru.Dalam konteks KDKMP ke sasaran keanggotaan GenZ, tentu pola pendekatan dan komunikasinya berbeda.
Citra lama yang sudah tidak kontekstual dengan zaman wajib di kubur atau di gusur.
Pakar dan praktisi Branding, akrab disapa Pak Bi atau Subiakto Priosoedarsono, mengingatkan dengan serius. Rebranding bukan sekedar mengganti kulitnya, packingnya. Namun yang lebih penting adalah value dan semangat baru.
Brand itu persepsi kata beliau. Citra baru yang melahirkan persepsi baru akan mampu menggerakkan dan merubah mindset kalangan GenZ dalam mempersepsi KDKMP.
Welcome …Koperasi rasa Korporasi. GenZ, nyalimu di uji. #
Penulis adalah Instruktur KDKMP Kemenkop dan alumni In Plant Training
Inwent Magdeburg, Jerman
Editor : Redaksi