Banyumas, JatimUPdate.id - Presiden RI Prabowo Subianto menjadi sorotan saat melakukan kunjungan kerja ke Banyumas, Jawa Tengah, Selasa (28/4/2026).
Baca juga: Prabowo Terkesan Sistem Sampah Banyumas, Siap Direplikasi Nasional: Target Zero Waste 2028 Dikebut
Mulai dari momen turun dari helikopter, aksi bagi kaus, hingga ziarah di tengah hujan—semuanya langsung menarik perhatian warga dan ramai diperbincangkan.
Presiden Prabowo tiba menggunakan helikopter dan mendarat di GOR Satria Purwokerto sekitar pukul 13.10 WIB.
Sejak sebelum kedatangan, warga sudah memadati area sekitar lokasi.
Keluar dari GOR menggunakan mobil kepresidenan, Prabowo menyapa warga dari atas kendaraan.
Aksi spontan membagikan kaus langsung disambut riuh—warga dan pelajar berebut mendekat, berharap mendapatkan sekaligus bisa melihat dari dekat.
“Senang banget,” ujar siswa SMA Negeri 2 Purwokerto yang berada di lokasi.
Tinjau TPST Yang Dijadikan Percontohan Nasional
Selain menyapa warga, Prabowo juga meninjau Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Berbasis Lingkungan dan Edukasi di Kaliori, Kecamatan Kalibagor—program yang menjadi bagian dari pengelolaan sampah berkelanjutan.
Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Berbasis Lingkungan dan Edukasi (BLE) di Desa Kaliori, Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas menjadi salah satu fasilitas pengelolaan sampah paling maju di Indonesia. Sistem yang diterapkan mengedepankan prinsip Zero Waste to Landfill, yaitu meminimalkan sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir.
Kabupaten Banyumas sebelumnya berada dalam kondisi darurat sampah pada 2018. Pembenahan dilakukan melalui pembangunan TPST di berbagai wilayah serta penguatan tata kelola berbasis masyarakat.
TPST Kaliori menjadi bagian penting dalam sistem tersebut. Sampah yang masuk dipilah dan diolah menjadi berbagai produk turunan bernilai ekonomi, seperti Refuse Derived Fuel (RDF) sebagai bahan bakar alternatif industri, paving block dan genteng dari limbah plastik, pupuk kompos, hingga pakan ternak melalui budidaya maggot.
Keberhasilan Banyumas mendapat pengakuan luas, termasuk penghargaan ASEAN Environmentally Sustainable Cities (ESC) Award 2025 serta Piala Adipura di tingkat nasional.
Pemerintah pusat juga menetapkan Banyumas sebagai daerah percontohan pengelolaan sampah nasional.
Ziarah Makam Leluhur Di Desa Dawuhan
Sorotan berlanjut saat Prabowo menuju Desa Dawuhan untuk berziarah ke makam kakeknya, R. M. Margono Djojohadikusumo dan Hendro Kusumo, Kakek Buyut Presiden serta para leluhur lainnya yang berada di areal Komplek Makam Keluarga di Dawuhan.
Di seputar komplek Makam Keluarga itu juga terdapat sejumlah Bupati Kadipaten Banyumas era lama diantaranya Djoko Kaiman, Yudo Negoro dan lainnya.
Baca juga: Selasa Pagi, Presiden Prabowo Jenguk Korban Tabrakan KA di RSUD Bekasi, Jawa Barat
Di tengah rintik hujan, suasana berubah lebih hening. Prabowo memanjatkan doa dan menaburkan bunga di pusara tokoh nasional tersebut.
Meski hujan turun, warga tetap bertahan di sekitar kompleks makam. Banyak yang ingin melihat langsung momen tersebut, bahkan berharap bisa bersalaman dengan presiden.
Presiden Prabowo pun menyempatkan diri menghampiri warga, menyalami mereka, serta menerima doa dan dukungan dari masyarakat.
Sebagai informasi, RM Margono Djojohadikusumo dikenal sebagai salah satu pendiri Bank Negara Indonesia dan figur penting dalam sejarah ekonomi Indonesia.
RM Margono juga dikenang sebagai penggerak koperasi diera Hindia Belanda yang bisa dipelajari pada buku catatan hariannya 10 Tahun Koperasi 1930-1940 yang diterbitkan oleh Balai Pustaka (BP) 1941 dengan disunting oleh Sastrawan BP, HB Yassin.
Kunjungan ini menjadi perhatian luas karena memadukan agenda kenegaraan, kedekatan dengan warga, serta momen personal yang jarang terlihat di ruang publik.
Mengunjungi makam leluhur mempunyai makna yang berbeda-beda, ini bisa dimaknai mengingat akar diri. Bisa juga sebagai bentuk bakti dan penghormatan.
Dalam Islam hal ini bisa menjadi refleksi hidup mengingat kematian, dalam masyarakat Jawa tradisi ziarah juga berarti menjaga tradisi dan identitas keluarga.
Atau sekedar menjaga ruang emosional untuk merawat rindu. Sebagai seorang Presiden, kehadiran Prabowo di makam leluhur seolah merangkum semua makna yang ada.
Baca juga: Presiden Prabowo Rombak Kabinet Merah Putih, Dudung Jadi KSP hingga Jumhur Pimpin KLH
Pada kesempatan terpisah Ahmad Syaifuddin, Kepala Desa Kasegaran, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas yang juga Ketua Umum Satria Praja (Paguyuban Kades) mengungkapkan rasa senang dan kebahagiaannya terkait kunjungan Presiden Prabowo ke Banyumas.
"Kami sebagai orang yang terlahir di Banyumas dan Sekaligus sebagai Ketua Umum SATRIA PRAJA (Paguyuban Kepala Desa) Kabupaten Banyumas sangat bersyukur dan merasa Bangga Atas Kehadiran Bapak Presiden Prabowo Subianto Di Banyumas dan Dapat melakukan Ziarah ke Makam Leluhur," kata Syaifuddin kepada Redaksi JatimUPdate. Rabu (29/04/2026).
Secara khusus Syaifuddin beserta warga Banyumas sangat menantikan kunjungan Presiden Prabowo sejak dilantik 20 Oktober 2024 lalu.
Rencana kunjungan Presiden Prabowo ke Banyumas telah beberapa kali di agendakan dan belum pernah terwujud.
"Penantian panjang kami warga Banyumas akhirnya terbayar sudah. Kerena beberapa kali dikabarkan akan ke Banyumas tapi belum terjadi. Alhamdulillah Pak Presiden Prabowo akhirnya bisa berkunjung ke Banyumas. Jadi terharu karena beliau selalu mengungkapkan Separuh Jiwa Saya berasal Banyumas," tegas Syaifuddin.
Syaifuddin juga terharu saat mengetahui Presiden Prabowo bisa ziarah makam leluhur.
"Kakej RM Margono Djojohadi Kusumo ini yang merupakan Pendiri Bank BNI serta perintis Koperasi di Indonesia era Hindi Belanda. Dalam buku 10 Tahun Koperasi 1930-1940, RM Margono telah menceritakan adanya koperasi desa Jatisaba, Kec. Cilongok yang beroperasinya di Masjid Desa Jatisaba, Saya sudah memastikan masjid dan koperasi era oleh Mikwiest itu memang ada," tegas Syaifuddin (rio/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat