Surabaya,JatimUPdate.id - Pimpinan DPRD Surabaya Arif Fathoni meyakini Pemkot Surabaya tak kekurangan duit kendati utang Rp885,85 miliar untuk pembangunan jalan luar lingkar barat (JLLB)
"Menurut kami, pembiayaan alternatif (utang) itu tidak bisa dipersepsikan Pemkot kekurangan anggaran untuk melaksanakan agenda pembangunan strategis," kata Fathoni, Jum'at (1/5).
Baca juga: DPRD Setujui Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025, WTP Dinilai Belum Cukup
Menurutnya, utang Pemkot Rp885,85 miliar untuk percepatan pembangunan proyek strategis.
Sedangkan untuk APBD murni untuk perbaikan permukiman, dan bantuan biaya pendidikan (beasiswa pemuda tangguh).
"Salah satunya rumah tidak layak huni, juga pembangunan SDM," papar Fathoni.
Fathoni menegaskan, utang Pemkot Rp885,85 merupakan momentum di tengah ruang fiskal daerah yang sempit.
Adapun pembangunan proyek infrastruktur strategis itu, untuk menciptakan nilai tambah ekonomi.
Baca juga: PKS-Golkar Kompak Soroti Kebocoran Parkir dan Aset Pemkot Surabaya
Maka dari itu, Fathoni berharap JLLB pada titik tertentu tidak boleh ada pembatas jalan.
"Itu kan bukan jalan tol," terang Fathoni.
Fathoni optimis tanpa pembatas jalan itu, JLLB dapat meningkatkan perekonomian warga.
"Merr dulu rawa, sekarang pusat ekonomi baru," ujar Fathoni.
Baca juga: Syaifuddin Serap Aspirasi Warga Pakal-Benowo, TPS hingga SMA Negeri Jadi Sorotan
Fathoni menekankan pelebaran jalan dan pembebasan lahan Wiyung-Menganti harus tuntas tahun ini.
Sehingga saat pembangunan JLLB dikerjakan, mobilitas warga tidak terganggu, dan pelaku usaha tetap mendapatkan cuan.
"Bahkan menciptakan pertumbuhan ekonomibaru," beber Fathoni. (Roy)
Editor : Miftahul Rachman