Golkar Bondowoso Gelar Rakerda 2026, Perkuat Akses Program Pusat dan Siapkan Kader 2029

Reporter : M Aris Effendi
Suasana Rapat Kerja Daerah (Rakerda) DPD Partai Golkar Kabupaten Bondowoso di Aula Beringin, Sabtu (2/5/2026). Rakerda membahas penguatan akses program pusat dan konsolidasi kader menghadapi 2029. (Foto: Aris/JatimUPdate.id)

 

Bondowoso, JatimUPdate.id, – DPD Partai Golkar Kabupaten Bondowoso menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) 2026 bertema “Tiada Hari Tanpa Karya” di Aula Beringin Kantor DPD Partai Golkar Bondowoso, Sabtu (2/5/2026), dengan fokus pada penguatan akses program pusat di tengah keterbatasan fiskal daerah.

Baca juga: Bupati Hamid Ajak Sinergi Parpol, Golkar Bondowoso Usung “Solusi Rakyat”

Kegiatan ini dihadiri Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur sekaligus Anggota Komisi V DPR RI dan Badan Anggaran DPR RI Ali Mufti, Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid, Wakil Bupati As’ad Yahya Syafi’i, Ketua Fraksi Golkar DPRD Jawa Timur Pranaya Yudha Mahardika, serta jajaran pengurus Golkar dari tingkat provinsi hingga desa.

Konsolidasi Organisasi hingga Akar Rumput

Ketua DPD Partai Golkar Bondowoso, Ady Kriesna, menyampaikan Rakerda menjadi momentum konsolidasi sekaligus penguatan arah politik partai yang berorientasi pada karya dan pengabdian kepada masyarakat.

Ia mengungkapkan, Musyawarah Kecamatan (Muscam) di 23 kecamatan telah rampung sejak akhir 2025 hingga April 2026 sebagai bagian dari penguatan struktur organisasi hingga tingkat desa.

“Rakerda ini bukan sekadar forum rutin, tetapi ruang merumuskan langkah konkret agar Golkar benar-benar hadir sebagai solusi atas persoalan masyarakat,” ujar Ady Kresna.

Rakerda ini juga menjadi yang pertama digelar di tingkat DPD kabupaten se-Jawa Timur pada tahun ini.

Dorong Dukungan Program Pusat

Dalam Rakerda tersebut, Golkar menegaskan komitmennya mendorong akses program dari pemerintah pusat dan provinsi guna mempercepat pembangunan daerah.

Menurut Kriesna, keterbatasan fiskal daerah menjadi tantangan utama, sehingga diperlukan sinergi lintas level pemerintahan, termasuk melalui peran kader Golkar di DPR RI.

Sejumlah program yang diperjuangkan melalui jalur aspirasi tersebut di antaranya pembangunan jembatan gantung penghubung Kecamatan Tapen–Taman Krocok dengan nilai sekitar Rp5 miliar hingga Rp10 miliar melalui Anggota DPR RI Fraksi Golkar, Ali Mufti.

Selain itu, terdapat program penanggulangan bencana senilai sekitar Rp7,5 miliar, serta usulan pembangunan 12 koridor jalan daerah senilai sekitar Rp700 miliar yang masih dalam proses pembahasan di tingkat pusat.

Di sektor pendidikan, sebanyak 1.200 beasiswa untuk jenjang SD, SMP, dan SMA telah disalurkan pada 2025 dan kembali diusulkan untuk tahun berikutnya melalui Anggota DPR RI Fraksi Golkar, Zulfikar Arse Sadikin.

Baca juga: Jembatan Darurat Nangkaan–Sukowiryo Bondowoso Kembali Bisa Dilalui, Warga Harap Konstruksi Lebih Aman

“Sinergi antara pemerintah daerah, provinsi, dan pusat menjadi kunci percepatan pembangunan Bondowoso,” kata Kriesna.

Regenerasi Kader dan Penguatan Partai

Selain agenda pembangunan, Rakerda juga menekankan penguatan internal melalui regenerasi kader.

Golkar Bondowoso menargetkan kepengurusan yang lebih inklusif, dengan keterlibatan perempuan minimal 30 persen serta dominasi generasi milenial dan Gen Z di tingkat kecamatan hingga desa.

Langkah ini diproyeksikan sebagai strategi menghadapi Pemilu 2029, baik di level legislatif maupun eksekutif.

Penataan Dapil dan Wacana Konvensi

Rakerda turut membahas wacana penataan daerah pemilihan (dapil) di Bondowoso agar lebih proporsional dan mendekatkan wakil rakyat dengan konstituen, termasuk opsi satu kecamatan satu dapil.

Baca juga: Hebat, Posyandu Bertransformasi, Bondowoso Integrasikan Enam Layanan Dasar dalam Satu Sistem

Selain itu, Golkar Bondowoso mengusulkan mekanisme konvensi terbuka dalam penjaringan calon kepala daerah sebagai upaya memperluas partisipasi publik pada Pilkada mendatang.

Dalam forum tersebut, juga mengemuka usulan agar Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur Ali Mufti dipertimbangkan untuk maju sebagai calon Gubernur Jawa Timur pada Pilkada 2029. Usulan tersebut disampaikan sebagai aspirasi internal yang berkembang dalam Rakerda.

Tegaskan Politik Pengabdian

Ady Kriesna menegaskan, Partai Golkar Bondowoso tidak semata berorientasi pada kemenangan politik, melainkan pada kerja nyata untuk masyarakat.

“Kami tidak ingin memaksa masyarakat untuk memilih Golkar. Kami ingin menunjukkan karya dan pengabdian. Dari situ, kepercayaan publik akan tumbuh dengan sendirinya,” ujarnya.

Menurutnya, kepercayaan publik akan menjadi fondasi utama bagi capaian politik partai ke depan.

Rakerda ini menjadi bagian dari konsolidasi internal Partai Golkar Bondowoso dalam memperkuat struktur organisasi, mengawal program pembangunan dari pusat ke daerah, serta menyiapkan kader menghadapi kontestasi politik 2029. (ries/yh)

Editor : Miftahul Rachman

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru