Menenun Harapan dari Meja Kopi: Catatan Malam Persiapan Kongres Perdana AFEBSI
Oleh Dr. Agus Andi Subroto
Ketua DPD AFEBSI Jatim
Warkop Langganan Taman Bungkul
Kota Surabaya, JatimUPdate.id - Jarum jam menunjukkan pukul 22.45 WIB ketika layar-layar persegi di aplikasi Zoom masih menyala terang.
Di luar, malam mungkin telah senyap, namun di dalam ruang virtual itu, percakapan justru sedang mencapai puncaknya. Ada aroma kopi yang menguar dari meja-meja kerja di berbagai sudut kota—Jakarta, Jawa Barat, hingga Jawa Timur.
Malam itu bukan sekadar rapat koordinasi biasa; itu adalah fragmen dari sebuah ikhtiar besar menjemput masa depan pendidikan ekonomi swasta di Indonesia.
Rapat Nasional Kedua menyambut Kongres Perdana Aliansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Swasta Indonesia (AFEBSI) yang direncanakan pada Oktober 2026 mendatang, memberikan satu pesan kuat: organisasi ini tidak dibangun di atas menara gading.
Ia tumbuh dari dialektika larut malam, dari kesediaan para akademisi dan praktisi untuk meluruhkan ego sektoral demi sebuah frekuensi kolektif.
Ada sesuatu yang sublim dalam pertemuan malam tadi. Di bawah kepemimpinan Sekretaris Jenderal DPN AFEBSI, Dr. Evy, yang tenang dan terukur, serta visi progresif dari Ketua Umum Achmad Rozy, diskusi mengalir melampaui batas-batas formalitas.
Kepemimpinan yang memadukan ketenangan manajerial dan energi visioner inilah yang menjadi modal krusial bagi AFEBSI. Di tangan mereka, organisasi tidak sekadar menjadi struktur kaku, melainkan organisme yang hidup dan bergerak.
Kehadiran pengurus dari berbagai daerah mempertegas bahwa keberagaman adalah jantung dari AFEBSI. Dialek yang berbeda dan selera humor yang beragam justru menjadi perekat yang mengkristalkan komitmen. Di era disrupsi digital ini, jarak bukan lagi penghalang.
Teknologi hanyalah alat, namun dedikasi manusialah yang memberikan makna. Rapat yang diikuti dari rumah, kantor, hingga gerbong kereta yang melaju menembus malam adalah bukti otentik bahwa militansi anggota AFEBSI melampaui batas ruang dan waktu.
Mengapa Kongres Perdana AFEBSI ini menjadi begitu krusial? Kita harus menyadari bahwa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Swasta adalah tulang punggung pencetak sumber daya manusia unggul di negeri ini.
Tantangan ekonomi global, transformasi digital, dan tuntutan relevansi kurikulum memerlukan satu wadah pemikiran yang solid. AFEBSI hadir bukan sekadar untuk eksistensi, melainkan untuk meneguhkan kedaulatan akademik dan kontribusi nyata bagi ekonomi nasional.
Sejarah organisasi besar selalu mencatat satu hal: keputusan monumental tidak pernah lahir secara instan. Ia adalah akumulasi dari rapat-rapat panjang yang melelahkan, diskusi sederhana di kedai kopi, dan orang-orang yang rela menghibahkan waktu istirahatnya demi cita-cita bersama.
Kongres Oktober mendatang sejatinya hanyalah seremoni puncak. Esensi dari kongres itu sendiri sebenarnya telah dimulai sejak hari ini.
Ia sudah berdenyut di ruang virtual, di antara seruput kopi terakhir sebelum tengah malam, dan di dalam hati setiap pengurus yang percaya bahwa kolaborasi jauh lebih bertenaga daripada kompetisi.
Bagi seluruh Fakultas Ekonomi dan Bisnis Swasta di Indonesia, Kongres Perdana AFEBSI adalah panggilan sejarah. Ini adalah momentum untuk menyatukan barisan, berbagi visi, dan membuktikan bahwa dari rahim perguruan tinggi swasta, lahir pemikiran-pemikiran besar yang akan membentuk masa depan Indonesia. Karena pada akhirnya, organisasi bukan sekadar tentang siapa yang memimpin, tapi tentang kerja kolektif yang tak kunjung padam, bahkan saat dunia luar sudah terlelap.
Surabaya, 30 April 2026
Editor : Redaksi