Sidoarjo, JatimUPdate.id - Misteri meninggalnya Kepala Desa (Kades) Buncitan, Mujiono, akhirnya terungkap. Aparat dari Polresta Sidoarjo memastikan korban meninggal dunia akibat bunuh diri, berdasarkan hasil autopsi dan penyelidikan mendalam, termasuk analisis jejak digital pada ponsel korban.
Baca juga: Kepala Desa Buncitan Ditemukan Meninggal di Balai Desa, Polisi Lakukan Penyelidikan
Kepastian tersebut disampaikan oleh Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo, Kompol Siko Sesaria Putra Suma. Ia menjelaskan, kronologi kejadian terekam jelas melalui kamera pengawas (CCTV) di lokasi.
“Korban sempat terlihat keluar dari kamar mandi dan masuk ke ruang kerjanya sekitar pukul 12.54 WIB,” ujar Siko saat memberikan keterangan kepada awak media, Senin (4/5/2026).
Beberapa jam kemudian, tepatnya pukul 16.22 WIB, korban ditemukan oleh saksi pertama dalam kondisi sudah tidak bernyawa di tempat kejadian perkara (TKP).
Dari hasil penyelidikan, polisi menduga kuat motif aksi tersebut berkaitan dengan tekanan ekonomi. Korban diketahui memiliki sejumlah utang dengan nilai yang cukup besar, di antaranya tunggakan jual beli tanah sekitar Rp270 juta yang akan jatuh tempo pada 26 Mei, serta pinjaman sebesar Rp100 juta kepada salah satu Ketua RW setempat.
Baca juga: Tabligh Akbar di Milad ke-39 Yayasan Al Muslim
Temuan lain yang memperkuat dugaan bunuh diri adalah riwayat pencarian di ponsel korban. Polisi menemukan bahwa sebelum kejadian, korban sempat mengakses berbagai informasi terkait cara mengakhiri hidup.
“Korban mencari tentang cara bunuh diri, membuat simpul tali, hingga pertanyaan apakah cekikan leher bisa mematikan, serta hukum utang jika seseorang meninggal dunia,” ungkap Siko.
Sementara itu, hasil autopsi yang dilakukan pada pukul 22.00 WIB menunjukkan adanya tanda-tanda khas kematian akibat gantung diri. Tim medis menemukan luka lebam kemerahan pada bagian leher belakang, serta alur jeratan sepanjang sekitar 40 sentimeter yang mengarah ke atas. Selain itu, terdapat pelebaran pembuluh darah pada organ dalam dan patah tulang napas di sisi kiri.
Baca juga: KAHMI Sidoarjo Resmi Dilantik, Dorong Sinergi Pembangunan Infrastruktur
Menanggapi spekulasi masyarakat terkait kondisi fisik korban saat ditemukan, seperti lidah yang tidak menjulur, polisi memberikan penjelasan medis.
“Ikatan pada leher korban berada di atas tenggorokan, sehingga tidak menyebabkan lidah menjulur. Dari hasil visum et repertum dan autopsi, tidak ditemukan adanya tanda kekerasan,” tegasnya.(ih/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat