Kiai Regu dan Penguatan Spiritual, Cara Bondowoso Siapkan Jemaah Haji Lebih Siap dan Tenang

Reporter : M Aris Effendi
Jemaah calon haji Bondowoso mengikuti manasik sebagai bagian dari pembekalan 45 kompetensi dasar ibadah haji.

Bondowoso, JatimUPdate.id, – Persiapan jemaah calon haji (JCH) di Bondowoso tidak hanya berfokus pada aspek administratif dan fisik, tetapi juga menyentuh sisi spiritual serta pendampingan intensif melalui inovasi “Kiai Regu”.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Bondowoso, Astono, menjelaskan bahwa seluruh Jemaah dibekali 45 kompetensi dasar yang berkaitan dengan pelaksanaan ibadah haji.

Baca juga: 916 Jemaah Haji Bondowoso 2026 Siap Berangkat, Kuota Bertambah dan Semua Persiapan Rampung

Kompetensi tersebut mencakup pemahaman tata cara ibadah hingga kesiapan praktik di lapangan, sehingga jemaah diharapkan mampu menjalankan ibadah secara mandiri dan sah.

“Setiap jemaah harus memiliki 45 kompetensi dasar tersebut. Itu menjadi bekal utama dalam menjalankan ibadah haji,” ujar Astono kepada JatimUPdate.id, Senin (4/5/2026).

Dalam implementasinya, ketua regu dikembangkan menjadi “Kiai Regu” yang memiliki peran lebih dari sekadar koordinator, yakni sebagai pembimbing bagi anggota jemaah.

Ketua regu ditugaskan untuk memastikan setiap anggota memahami dan mampu menjalankan kompetensi tersebut. Jika terdapat jemaah yang belum mampu, maka akan diberikan pendampingan secara langsung.

“Ketua regu kami siapkan menjadi ‘Kiai Regu’, sehingga mampu membimbing jemaah, termasuk yang masih membutuhkan pendampingan dalam pelaksanaan ibadah,” jelasnya.

Dengan sistem tersebut, ketua regu dapat lebih mudah mengidentifikasi kebutuhan masing-masing jemaah, baik saat perjalanan maupun selama berada di Tanah Suci.

Baca juga: Polres Bondowoso Ungkap Live Streaming Asusila Dua Tersangka Diamankan

“Ketika di lapangan, ketua regu sudah mengetahui siapa yang harus didampingi. Ini membuat pelayanan menjadi lebih efektif,” tambahnya.

Selain aspek ibadah, para ketua regu juga dibekali pelatihan kesehatan untuk mengenali kondisi jemaah dan melakukan deteksi dini terhadap potensi gangguan kesehatan.

Tak hanya itu, penguatan spiritual juga menjadi perhatian utama. Kajian spiritualitas haji telah dilaksanakan sejak Ramadan hingga Syawal sebagai bekal batin bagi jemaah sebelum berangkat.

“Kalau di luar sering disebut ibadah jasmani, di sini kami tekankan bahwa haji adalah ibadah spiritual. Bukan hanya raganya yang hadir di Makkah, tetapi juga jiwanya,” ungkap Astono.

Baca juga: Haji: Padat Ibadah Minim City Tour

Melalui pendekatan tersebut, jemaah diharapkan tidak hanya siap secara fisik, tetapi juga mampu menjalani ibadah dengan lebih khusyuk dan penuh kesadaran.

Menjelang keberangkatan, jemaah juga diimbau untuk tidak diliputi rasa khawatir serta membangun kepedulian terhadap sesama.

“Jika melihat jemaah lain mengalami kesulitan, bantulah. Itu bagian dari memuliakan sesama tamu Allah,” pesannya.

Dengan kombinasi kesiapan kompetensi, kesehatan, dan spiritual, diharapkan jemaah haji asal Bondowoso dapat menjalankan ibadah dengan lancar serta memperoleh pengalaman haji yang bermakna. (ries/yh)

Editor : Yuris. T. Hidayat

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru