Sidoarjo, JatimUPdate.id - Bupati Sidoarjo, Subandi, memberikan perhatian khusus kepada para petugas dan pendamping haji agar menjalankan tugas secara optimal dalam melayani jamaah selama pelaksanaan ibadah haji.
Baca juga: Satpol PP Sidoarjo Gencarkan Sosialisasi Gempur Rokok Ilegal, Libatkan Bea Cukai dan Warga Desa
Ia menekankan pentingnya peran pendamping dalam memastikan seluruh jamaah tetap aman, nyaman, dan terlayani dengan baik.
Dalam arahannya, Subandi meminta para pendamping haji untuk bekerja secara maksimal, terutama dalam mengantisipasi potensi kendala di lapangan.
Ia mengingatkan agar tidak ada jamaah yang terpisah dari rombongan serta memastikan bantuan cepat diberikan kepada jamaah yang membutuhkan, khususnya lansia dan mereka yang memiliki kondisi kesehatan tertentu.
“Saya minta bantuan kepada panjenengan untuk mengantarkan, barangkali ada saudara kita, orang tua kita yang sakit, betul-betul siap siaga atas nama pemerintah daerah,” tegas Subandi, saat melepas pemberangkatan calon jamaah haji, di pendopo, Rabu (6/5/2026).
Menurutnya, tanggung jawab pendamping haji bukan sekadar mengawal perjalanan ibadah, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam memberikan perlindungan dan pelayanan kepada jamaah.
Oleh karena itu, kesiapsiagaan dan kepedulian menjadi kunci utama dalam menjalankan tugas tersebut.
Baca juga: Pemkab Sidoarjo Bebaskan Denda Pajak hingga Oktober 2026, Warga Diminta Manfaatkan Kesempatan
Selain soal pelayanan, Subandi juga mengingatkan pentingnya menjaga nama baik bangsa Indonesia, khususnya daerah Kabupaten Sidoarjo, selama berada di Tanah Suci.
Ia menilai bahwa jamaah haji Indonesia selama ini dikenal memiliki sikap santun dan ramah, yang menjadi identitas positif di mata dunia internasional.
Ia berharap karakter tersebut dapat terus dipertahankan dan menjadi contoh bagi jamaah dari negara lain.
Menurutnya, perilaku jamaah tidak hanya mencerminkan pribadi masing-masing, tetapi juga membawa nama daerah dan negara.
Baca juga: GraduAction 2026 SMA Al Muslim Jatim, Kelulusan Tak Sekadar Seremoni tapi Aksi Nyata ke Masyarakat
“Tolong dijaga perilakunya. Orang Indonesia biasanya dikenal sopan santun. Ini harus dibawa di sana, nama Sidoarjo harus betul-betul bisa dijaga,” ujarnya.
Lebih lanjut, Subandi menekankan bahwa ibadah haji bukan hanya perjalanan spiritual, tetapi juga momentum untuk menunjukkan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia, seperti gotong royong, kepedulian, dan saling menghormati.
Kali ini, giliran Kelompok Terbang (Kloter) 57, 58, dan 59 yang diberangkatkan menuju Tanah Suci. Total sebanyak 1.133 jamaah haji dilepas secara bergantian di Pendopo Delta Wibawa.
Ketiga kloter tersebut masuk dalam gelombang kedua pemberangkatan jamaah haji yang langsung menuju Makkah. Rinciannya, Kloter 57 berjumlah 379 jamaah, Kloter 58 sebanyak 380 jamaah, dan Kloter 59 sebanyak 374 jamaah.(ih/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat