Surabaya,JatimUPdate.id - Anggota Komisi B DPRD Surabaya Budi Leksono atau yang akrab disapa (Buleks) mengunjungi Perseroda Rumah Potong Hewan (RPH) Surabaya untuk memastikan kesiapan pelayanan jasa potong hewan kurban.
Dirut RPH Fajar Arifianto Isnugroho mengatakan, pihaknya saat ini hanya fokus pada jasa pemotongan sapi sebanyak 200 ekor.
Baca juga: Bendera Merah Putih 50 Meter Dibentangkan dalam Jalan Sehat Budi Leksono di Jepara
Ia menjelaskan RPH sudah menerima pendaftaran 140 ekor sapi dari masjid, yayasan, ormas, parpol dan lainnya.
"Untuk pembiayaan jasa potong sapi, biaya satu ekor jasanya Rp2,8 juta naik Rp300.000,- karena sudah 4 tahun lebih lebih dari 5 tahun tidak naik sebelumnya yaitu Rp2,5 juta, maka tahun ini baru ada kenaikkan Rp2,8 juta," kata Fajar, melansir Kamis (21/5).
Fajar menambahkan, 140 ekor sapi tersebut pemotongannga akan dilakukan selama empat hari, 27 hingga 30 Mei.
"Hari pertama Rabu sudah penuh, hari kedua sudah penuh, tinggal hari Jum'at dan Sabtu di RPH Pegirian. Pendaftaran ditutup tanggal 25 terakhir di bulan ini," terangnya.
Baca juga: Pansus Jamsostek DPRD Surabaya Kejar Kepesertaan Pekerja
Sementara itu, Buleks meminta pemotongan hewan kurban di RPH lebih maksimal.
Ia juga mengajak warga Kota Surabaya untuk memotong hewan kurban di RPH agar lebih praktis, bersih dan higienis.
"Karena dari mulai pengawasan terkait dengan kebersihannya sudah tidak diragukan lagi," imbuhnya.
Baca juga: Pansus Jamsostek Bahas Kewajiban BPJS bagi Pelajar Magang
Selain itu Buleks juga mengingatkan soal kesehatan hewan kurban yang masuk di RPH harus diperhatikan.
Pun pemotongan hingga pengemasan harus bersih, rapi dan tertata.
"RPH ini adalah aset dari Pemerintah Kota. Dari kenaikan harga tersebut maka diharuskan diiringi juga dengan pelayanan yang lebih maksimal dan optimal lagi untuk masyarakat Surabaya. Termasuk pemotongan hingga pengemasan harus benar-benar diperhatikan lebih bersih, higienis, rapi dan tertata," beber Budi Leksono. (*)
Editor : Yuris. T. Hidayat