Purwanto: Tiga Hari Kumpulkan 3 Ton, Bisnis Sampah Melejit

Reporter : Shofa
Pengusaha Daur Ulang Sampah Plastik, Purwanto, dalam acara peluncuran Bank Sampah Kumpul Mutiara di Kota Bogor, Minggu (14/05)

Bogor, JatimUPdate.id - Siapa sangka tumpukan sampah plastik yang sering dianggap tidak berguna ternyata menjadi komoditas bernilai tinggi. Pengusaha daur ulang plastik, Purwanto, mengungkapkan bahwa bisnis pengolahan sampah kini berkembang pesat dengan permintaan pasar yang terus meningkat.

Hal tersebut disampaikan Purwanto saat menghadiri Launching Bank Sampah Kumpul Mutiara di Kota Bogor, Minggu (14/6/2026). Dalam kesempatan itu, ia membagikan pengalaman mengelola usaha pengepresan dan penggilingan sampah plastik yang telah berjalan selama bertahun-tahun.

Baca juga: Herman Lasrin: Sampah Rumah Tangga Bisa Jadi Bom Waktu Bagi Lingkungan

Menurut Purwanto, volume sampah yang berhasil dikumpulkan dan diproses setiap harinya menunjukkan besarnya peluang usaha di sektor pengelolaan limbah plastik.

"Untuk perharinya saya sudah bisa ngepres sekitar 1,1 ton untuk botol, dan untuk gelasnya saya di angka 400 kilo," ujarnya.

Tidak hanya itu, Purwanto mengaku mampu mengumpulkan hingga tiga ton sampah botol plastik dalam waktu tiga hari sebelum dikirim ke perusahaan pembeli di Tangerang.

"Jadi 3 hari sekali saya dapat 3 ton," ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa hasil pengepresan botol plastik tersebut dibeli oleh perusahaan eksportir, sementara sampah gelas plastik dikirim ke kawasan Gunung Sindur untuk diproses lebih lanjut. Tingginya kebutuhan industri terhadap bahan baku daur ulang membuat pasokan sampah plastik terus dibutuhkan.

Baca juga: Indah Purwaningsih Ungkap Fakta Mengejutkan, Sampah Warga Jadi Tabungan Jutaan

Purwanto menilai kondisi tersebut menjadi peluang besar bagi masyarakat yang ingin mengembangkan bank sampah maupun usaha pengolahan limbah. Semakin besar volume yang berhasil dikumpulkan, semakin besar pula nilai ekonomi yang dapat dihasilkan.

Selain volume produksi yang tinggi, harga jual plastik bekas juga dinilai cukup menjanjikan. Menurutnya, harga saat ini mengikuti perkembangan pasar plastik global sehingga memberikan keuntungan yang lebih baik dibanding beberapa tahun sebelumnya.

Melihat potensi tersebut, Purwanto mengajak masyarakat untuk tidak lagi memandang sampah sebagai barang buangan semata. Ia meyakini sampah dapat menjadi sumber penghasilan sekaligus solusi untuk mengurangi pencemaran lingkungan.

Baca juga: Warga Bogor Antusias, Bank Sampah Kumpul Mutiara Resmi Diluncurkan

Dalam kesempatan itu, ia juga memberikan dukungan kepada Bank Sampah Kumpul Mutiara agar terus meningkatkan jumlah anggota dan kapasitas pengumpulan sampah.

"Semoga makin lancar, anggotanya juga makin banyak, kita kejar target tonasenya," katanya.

Purwanto optimistis gerakan bank sampah akan menjadi salah satu kekuatan ekonomi masyarakat di masa depan, terutama jika didukung fasilitas yang memadai dan kesadaran warga untuk memilah sampah sejak dari rumah (*)

Editor : Redaksi

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru