Peringatan 1 Suro

Warga Lereng Semeru Saling Lempar Hasil Bumi di Grebeg Suro

Reporter : M Aris Effendi
Tradisi Grebeg Suro yang digelar oleh warga lereng Gunung Semeru, di desa wisata Hutan Bambu, Sumbermujur, Kabupaten Lumajang. Perayaan yang berlangsung pada hari Selasa (16/06/2026).

 

Lumajang, Jatimupdate.id, - Tradisi Grebeg Suro yang digelar oleh warga lereng Gunung Semeru diwarnai kericuhan.

Baca juga: Pemkab Bondowoso dan BAZNAS Salurkan 1.000 Seragam Gratis, Ringankan Beban Warga Jelang Tahun Ajaran Baru

Kegiatan yang dilaksanakan untuk berdoa bersama sebagai wujud syukur dalam memperingati Tahun Baru Islam (Hijriyah) atau satu Suro dalam kalender Jawa dilaksanakan di desa wisata Hutan Bambu, Sumbermujur, Kabupaten Lumajang.

Perayaan yang berlangsung pada hari Selasa (16/06/2026) ricuh sebab terjadi aksi lempar buah dan sayur.

Sebanyak 30 gunungan (rangkaian hias) hasil bumi yang seharusnya diperebutkan untuk dibawa pulang, justru berakhir dengan aksi saling lempar buah dan sayuran antarwarga.

Baca juga: Wabup As’ad: Festival Muharram Jadi Sarana Penguatan Karakter Generasi Muda

Sebelumnya, acara berlangsung lancar. Sebagaimana prosesi tradisi Grebeg Suro sebelumnya, sebanyak 30 gunungan sebelum diperebutkan, Ubo Rampe dan kepala sapi diarak keliling kampung dari Balai Desa Sumbermujur menuju sumber mata air di lokasi wisata Hutan Bambu.

Warga berharap melalui acara ini, desa mereka akan semakin makmur, damai, dan terhindar dari bencana.

Namun selanjutnya terjadi kericuhan saat warga mengumpulkan hasil bumi pada gunungan itu. Mereka berebut sayur dan buah, hingga terjadi salah paham dan berujung aksi saling lempar hasil bumi tersebut.

Baca juga: Kondisi Atmosfer Jadi Penghambat, Guru Besar UIN Madura Bedah Kendala Rukyat Awal Muharram 1448 H

Meski demikian akhirnya kondisi bisa ditenangkan kembali sehingga masyarakat bisa kembali merayakan dengan penuh khidmat. 

Pewarta Rachmad Hidayatullah (ries/mmt)

Editor : Miftahul Rachman

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru