Jakarta, JatimUPdate.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjuk Jeffrey Hendrik sebagai Direktur Utama BEI, serta enam direktur lainnya. Saat ini, Jeffrey menjabat sebagai Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama BEI, menggantikan Iman Rachman.
Baca juga: Jeffrey Hendrik Tegaskan Lanjutkan Reformasi Pasar Modal, Targetkan BEI Jadi Bursa Kelas Dunia
“Iya benar, sesuai dengan surat OJK yang disampaikan ke Direksi BEI,” ujar Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, saat dikonfirmasi pada Kamis (18/6).
Dalam susunan direksi tersebut, Jeffrey Hendrik akan didampingi oleh Saidu Solihin sebagai Direktur Penilaian Perusahaan dan Irvan Susandy sebagai Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa.
Selain itu, OJK menetapkan Yulianto Aji Sadono sebagai Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan, serta Abdul Munim sebagai Direktur Teknologi Informasi dan Manajemen Risiko.
Posisi Direktur Pengembangan akan dijabat oleh Iding Pardi, yang saat ini menjabat sebagai Direktur Utama Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI).
Sementara itu, jabatan Direktur Keuangan, Sumber Daya Manusia, dan Umum akan diemban oleh Umi Kulsum.
Berikut Calon Anggota Direksi BEI masa jabatan 2026–2030, berdasarkan surat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor SR-10/D.04/2026 tanggal 17 Juni 2026:
Baca juga: OJK Malang Perkuat Perlindungan Sektor Keuangan Digital
Jeffrey Hendrik – Direktur Utama
Saidu Solihin – Direktur Penilaian Perusahaan
Irvan Susandy – Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa
Yulianto Aji Sadono – Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan
Abdul Munim – Direktur Teknologi Informasi dan Manajemen Risiko
Iding Pardi – Direktur Pengembangan
Umi Kulsum – Direktur Keuangan, Sumber Daya Manusia, dan Umum
Ketujuh nama tersebut akan diangkat secara resmi melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan BEI Tahun 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 29 Juni 2026.
Melansir laman resmi BEI, Jeffrey sebelumnya ditunjuk sebagai Direktur Pengembangan BEI melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 29 Juni 2022, sebelum kemudian menjabat sebagai Pjs Dirut Bursa.
Karier profesionalnya dimulai di PT Zone Pratama pada 1994–1996. Ia kemudian melanjutkan karier di bidang corporate finance di PT Transpacific Securindo pada 1996–1999.
Setelah itu, Jeffrey menjabat sebagai Presiden Direktur PT Phintraco Sekuritas selama periode 1999–2022 sebelum akhirnya bergabung dengan jajaran direksi BEI.
Selain aktif di industri pasar modal, Jeffrey juga terlibat dalam berbagai organisasi dan komite.
Ia pernah menjadi anggota Komite Perdagangan Efek dan Penyelesaian Transaksi BEI pada 2019–2020, pengurus Asosiasi Perusahaan Efek Indonesia (APEI) Bidang Perdagangan Efek pada 2020–2022, serta menjadi anggota Satuan Tugas Keuangan Berkelanjutan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sejak 2021. (yh/ya)
Editor : Yoyok Ajar