Pasuruan, Jatimupdate.id – Ahmad Riza Patria. Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Indonesia menghimbau Anggota Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) untuk menjadi Kepala Desa.
Dia menilai para alumni HMI memiliki kapasitas untuk bisa memetakan potensi dan menemukan solusi terhadap masalah di desa.
Dia mengajak KAHMI untuk mengatasi masalah cukup di satu desa saja. Tidak perlu di banyak desa. Kapasitas anggota KAHMI bisa menyebutkan desa memiliki wilayah, administrasi, warga, potensi, dan masalah yang harus diselesaikan.
“Mari para anggota KAHMI untuk menjadi kepala desa. Baik di desa tempat kelahirannya, atau di desa tempat domisili kerjanya selama ini, atau di desa tempat dia belajar, di mana saja,” ajak Reza dalam sambutannya pada acara Peluncuran Logo Musyawarah Wilayah (Musywil) KAHMI Jawa Timur di Gedung Gradhika Bhakti Praja Kota Pasuruan, Minggu (28/06/2026).
Reza menambahkan, di Indonesia, klasifikasi status kemajuan dan kemandirian desa dibagi menjadi 5 kategori berdasarkan Indeks Desa Membangun (IDM).
Urutannya dari tingkat paling bawah hingga mandiri yaitu: Desa Sangat Tertinggal, Desa Tertinggal, Desa Berkembang, Desa Maju, dan Desa Mandiri.
Tugas anggota KAHMI yang menjadi Kepala Desa adalah meningkatkan dari kategori Desa Sangat Tertinggal menjadi Desa Tertinggal.
Baca juga: Muswil KAHMI Bali: Refleksi Perjalanan dan Pesan untuk Generasi
“Dari Desa Tertinggal dipacu menjadi Desa Berkembang. Dari Desa Berkembang didorong lagi menjadi Desa Maju dan puncaknya menjadi Desa Mandiri,” pesan Reza yang pernah menjabat Anggota Presidium Majelis Nasional (MN) KAHMI.
Berdasarkan data Indeks Desa Membangun (IDM) Kementerian Desa PDTT, status kemajuan desa di Indonesia dibagi menjadi lima klasifikasi.
Berikut adalah persentase masing-masing klasifikasi desa di Indonesia
Berdasarkan publikasi data evaluasi nasional, dari total sekitar 75.000 desa di seluruh Indonesia, Desa Mandiri sekitar 27,27 persen, Desa Maju sekitar 31,31 persen, Desa Berkembang sekitar 29,08 persen.
“Masih banyak pekerjaan rumah (PR) kita untuk membangun Desa Tertinggal yang berjumlah sekitar 6,22 persen dan Desa Sangat Tertinggal sekitar 6,25 persen. Desa-desa itu kebanyakan berada di Papua, Kepulauan Maluku, dan Nusa Tenggara,” ungkap Reza.
Baca juga: Muswil VII KAHMI Bali, Viva Yoga Ceritakan Saat Menjadi Ketua Umum Cabang Denpasar
Sementara itu, Walikota Pasuruan Dr. Adi Wibowo, S.T.P., M.Si. selaku tuan rumah acara tersebut, meminta KAHMI untuk memberi perhatian lebih mengingat semakin menurunnya minat mahasiswa untuk menjadi kader HMI.
“Problem ini harus diatasi bersama HMI dan KAHMI mengingat mahasiswa saat ini tergolong Gen-Z dan Gen Alpha yang harus didekati secara berbeda dengan era-era sebelumnya. Baik generasi Baby Boomer hingga millennial,” ungkap Adi.
HMI, menurut dia, harus bisa menjawab student need Gen-Z dan Gen Alpha. Kebutuhan mahasiswa hari ini harus dijawab dengan mengikuti denyut dan perubahan teknologi terutama semakin canggihnya media sosial.
Pewarta Rachmad Hidayatullah (rio/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat