Mensos Pastikan Sekolah Rakyat Bisa Di Akses Anak-Anak Jalanan Di DKI Jakarta

Reporter : Shofa
Sekolah Rakyat jadi program unggulan Presiden Prabowo dalam upaya cerdaskan kehidupan bangsa bagi kaum marjinal agar mendapatkan akses pendidikan. Mensos Gus Ipul didampingi Gubernur DKI Pramono Anung

Jakarta, JatimUPdate.id - Sekolah Rakyat yang menjadi program unggulan Presiden Prabowo berhasil menjaring lebih dari 700 anak jalanan di Jakarta yang diproyeksikan menjadi calon siswa pada tahun ajaran baru.

Menteri Sosial, Syaifullah Yusuf (Gus Ipul), mengatakan Kemensos telah berkoordinasi dengan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, untuk memverifikasi data ratusan anak jalanan tersebut.

Baca juga: Pertumbuhan Ekonomi Tanpa Kemiskinan

"Sudah ada, kita menjangkau lebih dari 700 anak. Sekarang datanya sedang diverifikasi, divalidasi, didatangi ke rumahnya, kemudian dikoordinasikan dengan RT/RW dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta," kata Gus Ipul di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 10 Jakarta Selatan, Jumat (3/6/2026).

Secara nasional jumlah anak putus sekolah saat ini mencapai sekitar 4 juta orang, dan sebagian berada di wilayah DKI Jakarta.

Hal ini juga dipengaruhi ketimpangan ekonomi atau gini ratio di Jakarta merupakan yang tertinggi di Indonesia.

Oleh karena karena itu, pemerintah memberikan perhatian khusus kepada ibu kota melalui penambahan kuota yang jauh lebih besar dibanding daerah lain.

Baca juga: Presiden Prabowo resmi menetapkan Perpres 111/2025 tentang Kebijakan Umum Pertahanan Negara 2025–2029.

"Tahun ini Presiden menginginkan adanya penambahan 1.000 siswa khusus untuk DKI Jakarta. Di daerah lain kapasitas sekolah rakyat rata-rata sekitar 270 siswa per tahun, tetapi Jakarta mendapat tambahan yang lebih besar," ujar Gus Ipul.

Saat ini Jakarta baru memiliki satu gedung sekolah rakyat permanen, sehingga diperlukan tambahan setidaknya tiga gedung sekolah agar target penerimaan siswa dapat terpenuhi.

Sementara itu, Pramono sepakat menambah kuota Sekolah Rakyat bagi warga kurang mampu di Jakarta, menyusul data populasi yang mencapai lebih dari 11 juta jiwa.

Baca juga: Presiden Prabowo Subianto - PM Singapura Lawrence Wong Dijadwalkan Bertemu Senin (6/07/2026)

Pemprov DKI kini mempertimbangkan Jakarta Utara atau Jakarta Barat sebagai lokasi pembangunan kompleks sekolah tersebut yang membutuhkan lahan seluas 5 hingga 8 hektare.

"Maka program ini menjadi sangat relevan, sangat tepat untuk ditindaklanjut. Oleh karena itu, saya yakin semangatnya sama. Kenapa di Jakarta misalnya ada penambahan 1.000? Karena memang Jakarta dari kepadatan penduduk dibandingkan dengan daerah lain kan pasti Jakarta lebih padat,” ujar Gubernur. (idn/beritasatu/sof/yh)

 

Editor : Yuris. T. Hidayat

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru