Surabaya,JatimUPdate.id - Anggota Komisi B DPRD Surabaya, Baktiono buka suara terkait polemik fasilitas RPH Tambak Oso Wilangon (TOW) yang dipersoalkan Mitra Jagal.
Menurutnya pembangunan RPH di TOW seharusnya lebih baik dari RPH Pegirian yang notabenenya dibangun saat zaman pendudukan Belanda.
Baca juga: DPRKPP Akui RPH Tambak Oso Wilangun Masih Butuh Penyempurnaan Fasilitas
"Seharusnya kita membangun lebih baik dari bangunan zaman penjajah, supaya kita tidak malu," tutur Baktiono, Selasa (7/7).
Sayangnya kata Baktiono bangunan di RPH TOW itu di bawah standar gedung peninggalan zaman Belanda.
"Kita berjuang minta merdeka. Tapi kualitas bangunannya RPH ini dibawah standar dari bangunan zaman Belanda," tukas Baktiono.
Kendati begitu, ia menganggap relokasi RPH Pegirian ke TOW sudah bagus.
Sebab memudahkan akses dan tidak akan menggangu aktivitas masyarakat sekitar.
Baca juga: Fajar Sebut Elevasi RPH TOW Akan Dirombak, Tenggat Waktu Tiga Minggu
"Rencananya sudah bagus memindah, aksesnya dari tol bisa masuk ke tempat tersebut dan tidak terlalu banyak mengganggu warga," urai Baktiono.
Namun sebut Baktiono RPH TOW perlu dievaluasi menyusul keluhan Mitra Jagal salah satunya elevasi lantai.
Baktiono memaparkan dampak dari rendahnya elevasi itu, saluran air tidak lancar bahkan bercampur dengan darah.
"Elevasinya rendah airnya lancar tidak lancar, kotoran darah tidak bisa mengalir dengan baik," terang Baktiono.
Baca juga: Tuding Pemkot Abai Fasilitas RPH TOW, Mitra Jagal Ancam Mogok Massal dan Demonstrasi Jilid II
Maka dari itu, Baktiono mengimbau agar permasalahan tersebut segera dituntaskan minimal tiga Minggu ke depan.
Sehingga tidak berdampak pada kesehatan daging yang akan dikonsumsi oleh masyarakat.
"Begitu di sembelih harus bersih dan higienis tidak membawa dampak yang negatif," beber Baktiono (Roy/mmt)
Editor : Miftahul Rachman