Aset KAI Group Tembus Rp105,43 Triliun pada 2025, Layani 503,5 Juta Penumpang dan Raup Laba Rp2,28 Triliun

Reporter : M Aris Effendi
Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin didampingi para direksi tengah menjelaskan kondisi keuangan dan kinerja perusahaan kepada awak media.

 

Jakarta, JatimUPdate.id, - Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI Group mencatatkan kinerja keuangan yang positif sepanjang Tahun Buku 2025.

Baca juga: Kisah Ignasius Jonan: Saat Proyek Raksasa Rel Kereta Diselesaikan Tanpa Konflik dan Ribuan Warga Justru Mendapat Pekerja

Total aset konsolidasian perusahaan mencapai Rp105,43 triliun, meningkat 8,58 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp97,10 triliun, sebagaimana dikutip dari Kompas.com pada Kamis (09/07/2026).

Penguatan aset tersebut menjadi modal penting bagi KAI untuk terus meningkatkan kualitas layanan transportasi berbasis rel, baik untuk angkutan penumpang maupun distribusi logistik nasional.

Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, mengatakan aset perusahaan bukan sekadar angka dalam laporan keuangan, melainkan instrumen utama untuk menghadirkan layanan yang aman, andal, dan berkelanjutan bagi masyarakat.

"Aset KAI adalah instrumen pelayanan. Ketika aset perusahaan semakin kuat dan dikelola dengan disiplin, KAI memiliki kapasitas yang lebih baik untuk menjaga keselamatan, meningkatkan keandalan operasi, merawat sarana, memperkuat fasilitas layanan, serta mendukung mobilitas masyarakat dan distribusi barang," ujar Bobby dalam keterangan tertulis, Selasa (7/7/2026).

Sepanjang 2025, KAI Group melayani 503.549.740 pelanggan dan mengangkut 69.791.691 ton barang. Capaian tersebut mempertegas peran strategis KAI sebagai tulang punggung transportasi publik sekaligus distribusi logistik di berbagai wilayah Indonesia.

Peningkatan aset perusahaan terutama ditopang kenaikan nilai aset tetap yang mencapai Rp37,30 triliun, naik 26,84 persen dibandingkan 2024 sebesar Rp29,41 triliun.

Aset tetap tersebut meliputi lokomotif, kereta, gerbong, bangunan, fasilitas stasiun, mesin, peralatan, hingga berbagai infrastruktur penunjang operasional.

Menurut Bobby, investasi pada aset tetap merupakan langkah jangka panjang untuk menjaga kualitas layanan.

"Kereta api membutuhkan pengelolaan aset yang berkesinambungan. Lokomotif, kereta, gerbong, fasilitas stasiun, sistem operasi, serta aset pendukung layanan harus berada dalam kondisi andal. Karena itu, penguatan aset menjadi bagian dari cara KAI menjaga layanan agar tetap aman, tertib, dan dapat diandalkan," katanya.

Baca juga: KA Commuter Line Jenggolo Tiba Tepat Waktu, Iwan Fals Mesti Buat Lagu Baru Jawab Lagu Lama, Kereta Tiba Pukul Berapa?

Selain mencatat pertumbuhan aset, kondisi keuangan KAI Group juga semakin kokoh. Ekuitas perusahaan naik 11,23 persen menjadi Rp39,29 triliun dari sebelumnya Rp35,32 triliun.

Dari sisi kinerja usaha, KAI membukukan laba bersih Rp2,28 triliun, meningkat 2,77 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp2,22 triliun.

Sementara itu, laba usaha tumbuh 10,35 persen menjadi Rp8,39 triliun, dengan pendapatan konsolidasian sepanjang 2025 mencapai Rp35,76 triliun.

Efisiensi operasional juga berhasil ditekan. Beban pokok pendapatan turun menjadi Rp23,02 triliun dari Rp23,27 triliun pada 2024. Sedangkan beban usaha menurun dari Rp5,23 triliun menjadi Rp4,35 triliun.

"Pengelolaan biaya yang lebih baik membantu KAI menjaga ketepatan waktu, meningkatkan kesiapan sarana, merawat fasilitas pelayanan, serta memastikan operasional berjalan konsisten di berbagai lintas pelayanan," jelas Bobby.

Tak hanya itu, likuiditas perusahaan juga menunjukkan tren positif. Arus kas bersih dari aktivitas operasi meningkat 36,43 persen menjadi Rp7,15 triliun, sedangkan penerimaan kas dari pelanggan naik 12,68 persen menjadi Rp28,59 triliun.

Baca juga: Rel Kereta Indonesia Masih Kalah dari Era Belanda, KAI Targetkan Tembus 60 Ribu Kilometer pada 2045

Kas dan setara kas pada akhir 2025 tercatat sebesar Rp6,76 triliun, meningkat 37,22 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Menurut Bobby, arus kas yang sehat menjadi fondasi penting dalam menjaga keberlangsungan operasional perusahaan.

"Arus kas yang sehat membuat perusahaan memiliki ketahanan yang lebih baik. Ketahanan keuangan bagi KAI menjadi modal untuk memastikan pelanggan mendapat layanan yang aman, nyaman, tepat waktu, dan mudah diakses," ujarnya.

Dengan dukungan aset yang semakin besar, struktur keuangan yang sehat, serta arus kas yang kuat, KAI optimistis mampu terus meningkatkan kualitas layanan transportasi berbasis rel sekaligus memperkuat perannya dalam mendukung mobilitas masyarakat dan distribusi logistik nasional.

"Setiap penguatan aset harus kembali kepada layanan. KAI akan terus mengelola aset perusahaan secara produktif, hati-hati, dan bertanggung jawab agar manfaatnya dirasakan pelanggan, pelaku usaha, pemerintah, dan masyarakat luas," pungkasnya. (ries/yh)

Editor : Yuris. T. Hidayat

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru