Slamet Ariyadi Nahkodai BM PAN 2026-2031, Pengamat: Bisa Jadi Mesin Elektoral PAN Menuju Pemilu 2029

Reporter : Imam Hambali
anggota DPR RI, Slamet Ariyadi, terpilih sebagai Ketua Umum DPP BM PAN periode 2026-2031

 

Jakarta, JatimUPdate.id - Barisan Muda Penegak Amanat Nasional (BM PAN) resmi menetapkan anggota DPR RI, Slamet Ariyadi, sebagai Ketua Umum DPP BM PAN periode 2026-2031 dalam Kongres VII yang digelar di Marbella Hotel, Anyer, Kabupaten Serang, Banten, pada 10-12 Juli 2026. 

Baca juga: Perampasan Aset di Berbagai Negara

Terpilihnya Slamet dinilai menjadi momentum regenerasi sekaligus memperkuat peran organisasi sayap PAN dalam menghadapi Pemilu 2029.

Slamet Ariyadi bukan sosok baru di lingkungan PAN. Sebelum dipercaya memimpin BM PAN, ia menjabat sebagai Sekretaris Jenderal DPP BM PAN periode 2021-2026.

Pengalaman sebagai aktivis mahasiswa, kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), hingga kini menjadi anggota DPR RI disebut menjadi modal penting untuk membangun organisasi yang lebih adaptif terhadap aspirasi generasi muda.

Pengamat sosial politik dari Swarna Dwipa Institute, Lutfi Nasution, menilai terpilihnya Slamet merupakan langkah strategis yang diambil Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan dalam menyiapkan kekuatan partai menghadapi kontestasi politik 2029.

"Ini adalah pilihan strategis yang sangat terukur. Zulkifli Hasan memahami bahwa menghadapi Pemilu 2029, PAN membutuhkan figur yang memiliki pengalaman organisasi sekaligus kuat di kalangan aktivis dan anak muda," ujar Lutfi, Senin (13/7/2026).

Menurutnya, pengalaman Slamet di dunia organisasi, legislatif, dan kepemudaan menjadi kombinasi yang dapat memperkuat basis dukungan PAN, khususnya dari kalangan pemilih muda.

Lutfi menilai, tantangan awal yang akan dihadapi Slamet adalah melakukan konsolidasi organisasi sekaligus memperkuat infrastruktur digital BM PAN.
Ia memprediksi 100 hari pertama kepemimpinan Slamet akan difokuskan pada restrukturisasi kepengurusan hingga tingkat akar rumput dan digitalisasi program kerja agar lebih dekat dengan karakter generasi muda.

Baca juga: Bamsoet Dorong Pemerintah Perkuat Implementasi Perlindungan Hak Pendidikan Penyandang Disabilitas

"Pemilih muda 2029 sangat akrab dengan teknologi. Karena itu, BM PAN harus mampu hadir melalui pendekatan digital yang relevan sekaligus menawarkan ruang partisipasi yang nyata," katanya.

Selain memperkuat organisasi, Lutfi menilai BM PAN juga perlu mengembangkan program yang menyentuh kebutuhan anak muda, mulai dari ekonomi kreatif, teknologi, kewirausahaan hingga isu lingkungan.

Menurutnya, jika strategi tersebut berjalan efektif, BM PAN dapat menjadi salah satu kekuatan penting PAN dalam meningkatkan elektabilitas di kalangan pemilih pemula dan generasi milenial.

Sementara itu, dalam pidato perdananya sebagai Ketua Umum DPP BM PAN, Slamet Ariyadi menegaskan komitmennya menjadikan BM PAN sebagai wadah kreativitas dan pengembangan potensi generasi muda.

Baca juga: Mencari Komisioner KPI Pusat 2026–2029: Indonesia Membutuhkan Penjaga Ruang Publik, Bukan Sekadar Pengawas Siaran

Ia ingin BM PAN tidak hanya berperan sebagai organisasi sayap partai, tetapi juga menjadi ruang bagi anak muda untuk mengembangkan kemampuan di berbagai bidang, termasuk ekonomi kreatif, teknologi, hingga diplomasi.

Slamet juga memastikan akan segera melakukan restrukturisasi organisasi di tingkat wilayah agar roda organisasi berjalan lebih efektif dan mampu menjangkau kader hingga daerah.

Kepemimpinan baru ini diharapkan mampu memperkuat soliditas internal BM PAN sekaligus meningkatkan daya tarik PAN di mata pemilih muda yang diproyeksikan menjadi kelompok pemilih terbesar pada Pemilu 2029. 

Dengan pengalaman organisasi dan politik yang dimiliki, Slamet Ariyadi diharapkan mampu membawa BM PAN menjadi organisasi kepemudaan yang lebih progresif, adaptif, dan kompetitif menghadapi tantangan politik nasional ke depan.(ih/yh)

Editor : Yuris. T. Hidayat

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru