Batu, JatimUPdate.id – Dalam upaya mewujudkan megapolitan Malang Raya dan koridor selatan 2045, Badan Pekerja Dewan Majelis Nasional Formasy Praja Nusantara (BP FPN) terus melakukan koordinasi intensif.
Baca juga: Menimbang Bioetanol Berbasis Tetes Tebu
Organisasi ini, yang berdiri di bawah komando Ketua Umum dan didukung oleh Dewan Adat serta Sesepuh Nusantara, berupaya mengharmonisasikan visi pembangunan berkelanjutan dengan kearifan lokal.
BP FPN merupakan organ strategis dalam struktur Dewan Majelis Nasional Formasy Praja Nusantara, sebagaimana diatur dalam SK Nomor 04B/KOMANDO/DMN.FPN/VIII/2024.
Anggotanya memiliki pengalaman mendalam hingga 40 tahun di bidang masing-masing, sehingga mampu merumuskan kebijakan dan program yang sesuai dengan tujuan organisasi. BP FPN bertanggung jawab langsung kepada Ketua Umum, yang berperan sebagai pimpinan tertinggi.
Rapat koordinasi dan Focus Group Discussion (FGD) terbaru berlangsung pada Senin dan Rabu pekan ini di kantor Bakorwil 3 Malang serta kantor BP FPN yang berlokasi di Pondok Pesantren Enterpreneur Roudlotul Madinah, Junrejo, Kota Batu. Pertemuan ini merupakan kelanjutan dari kerja sama dengan Kepala Bakorwil 3 Malang, Asep Kusdinar, Jum'at (31/7/2026).
FGD dipimpin oleh KH. Zainullah Anwar SE, MSc., yang menegaskan pentingnya mengikuti protokol dan standar operasional prosedur (SOP) dalam seluruh tahap perencanaan.
Pendekatan yang diambil menitikberatkan pada peningkatan pertumbuhan ekonomi melalui kegiatan lapangan yang tetap menghormati nilai sosial budaya dan kearifan lokal.
Ir. Dulkomar mengusulkan survei lapangan bersama Bakorwil sebagai langkah awal, sementara Prof. Dr. Ir. Nurhidayati menekankan pentingnya identifikasi jenis tanah.
Baca juga: KDMP: Offtaker dan Penggilingan Padi
Ia juga menyarankan opsi penghijauan lahan berbatu berdasarkan hasil studi banding di luar negeri selama satu bulan, yang nantinya akan direkomendasikan untuk diterapkan di koridor selatan. Tujuannya adalah mendorong pertumbuhan ekonomi di titik-titik strategis wilayah tersebut.
Ketua Umum Ormas Formasy Praja Nusantara, Dodik Purwoko, menyatakan rasa syukur atas sinergi ini.
Dodik menyoroti rencana SPEKTANI, sebuah konsep penanaman berkelanjutan dari Kabupaten Pacitan hingga Kabupaten Banyuwangi, sebagai solusi untuk ketahanan pangan dan adaptasi terhadap perubahan iklim di wilayah selatan.
Selain itu, Dodik mendukung inisiatif Bupati Malang, H.M. Sanusi, dalam mengembangkan produksi garam di Malang Selatan, dengan dukungan metode yang telah terbukti di Jawa Barat melalui para petani binaan FPN.
Rapat kali ini juga melibatkan para ahli dari berbagai bidang. Auditor Pajak Lukito Fauzi, dengan pengalaman 40 tahun, serta H. Edi Suyanto, senior pertanian dari Universitas Brawijaya dan mantan manajer area pabrik gula di Jawa Timur, turut mengawal optimalisasi jaringan lapangan.
Baca juga: Panglima TNI : Produksi Tebu Sumbang 45 Persen Target Nasional
Hassoyo Joko Pitono, Asisten Konstruksi Budaya dan Peradaban Nusantara DMN FPN, menegaskan pentingnya melakukan "nyuwun sewu" atau permohonan izin secara adat kepada tokoh masyarakat dan sesepuh Malang Selatan sebagai bagian dari proses panjang peradaban di Malang Raya.
Sementara itu, Achmad Bauzer, Kepala Divisi Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam DMN FPN, menyampaikan progres pembangunan komunitas petani pala di wilayah tersebut.
Badan Pekerja Formasy Praja Nusantara menunjukkan komitmen kuat dalam mengoptimalkan megapolitan Malang Raya dan koridor selatan 2045 melalui pendekatan multidisipliner dan berbasis kearifan lokal.
Dengan dukungan para ahli dan koordinasi lintas sektor, program ini diharapkan mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan dan budaya setempat. (dek/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat