Site Plan Super Final Muktamar ke-35 NU di Jombang Dirilis, Ada 9 Tower Penginapan

Reporter : Imam Hambali
Panitia Lokal Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) resmi merilis site plan super final kawasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.

 

Jombang, JatimUPdate.id - Panitia Lokal Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) resmi merilis site plan super final kawasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.

Baca juga: KAI Beri Penghargaan Atas Kepedulian Konten Kreator

Peta panduan tersebut memuat 27 titik penting yang menjadi acuan koordinasi, pelayanan, persidangan, penginapan, hingga pengamanan selama pelaksanaan Muktamar ke-35 NU.

Salah satu perubahan dalam site plan terbaru adalah penyederhanaan penamaan lokasi penginapan peserta.

Sebelumnya, kawasan penginapan menggunakan kombinasi huruf dan nama Tower A, Tower B, dan seterusnya. Kini, penamaan diseragamkan menggunakan angka, mulai Tower 1 hingga Tower 9.

Selain itu, panitia menetapkan SMA Bahrul Ulum sebagai lokasi khusus penginapan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Lokasi tersebut diberi nama Tower PBNU dan tercantum sebagai titik nomor 23 dalam site plan.

"Site plan revisi, asalnya Tower A menjadi Tower 1 dan seterusnya. Nomor 23 Tower PBNU," ujar Ketua Panitia Lokal Muktamar ke-35 NU, KH Abdurrozaq Sholeh atau Gus Rozaq, dalam keterangan tertulis yang diterima NU Online, Rabu (5/8/2026).

Perubahan site plan tersebut telah disepakati dalam rapat koordinasi antara panitia lokal dan panitia pusat yang digelar Senin (3/8/2026) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum.

Sebagai tindak lanjut, panitia lokal akan memasang papan petunjuk arah dan identitas di setiap titik lokasi.

Langkah ini diharapkan memudahkan mobilitas peserta sekaligus memperlancar koordinasi selama Muktamar berlangsung.

Gus Rozaq mengatakan, penggunaan istilah "tower" dan "apartemen" untuk sejumlah fasilitas penginapan bukan sekadar penamaan.

Baca juga: Jalan Tengah untuk NU Abad Kedua: Saatnya Kepemimpinan yang Merangkul Semua

Istilah tersebut dimaksudkan untuk memudahkan koordinasi internal sekaligus meningkatkan motivasi panitia dalam memberikan pelayanan terbaik.

"Penggunaan istilah tower dan apartemen sengaja kami gunakan untuk mempermudah koordinasi internal. Di sisi lain, ini menjadi booster motivasi bagi seluruh kru panitia agar memberikan pelayanan prima," katanya.

Panitia, lanjut dia, ingin para muktamirin memperoleh kenyamanan dan pelayanan yang setara dengan hotel atau apartemen meski menginap di lingkungan pondok pesantren.

27 Titik Penting Muktamar ke-35 NU

Adapun 27 titik yang tercantum dalam site plan super final kawasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas adalah sebagai berikut:

Venue Persidangan dan Registrasi:

Baca juga: Poros Tengah di Nahdlatul Ulama Muktamar NU ke 35 th. 

Registrasi di MTs BU dan MA BU.
Venue pembukaan Muktamar NU di Lapangan Untung Surapati Tambakberas.

Sidang pleno di Halaman GSG.
Komisi Organisasi di dalam GSG.
Komisi Program di Aula Kampus IAIBAFA.

Komisi Rekomendasi di Aula UNWAHA Jombang.
Bahtsul Masail Waqi'iyah di Aula Ma'had Aly/Masjid Bahrul Ulum Pondok Induk.

Bahtsul Masail Qonuniyah di Aula Gedung Madrasah Fatah Hasyim.
Bahtsul Masail Maudhu'iyah di Halaman MAN 3 Tambakberas.

Layanan, Media, dan Penunjang: 10. Media Center dan Sekretariat. 11. Tower 1 di MA Unggulan. 12. Tower 2 di MMA Kampus 1. 13. Tower 3 di MMA Kampus 2. 14. Tower 4 di MI BU Putri. 15. Tower 5 di Kampus UNWAHA. 16. Tower 6 di MTsN 3. 17. Tower 7 di MAN 3. 18. Tower 8 di Kampus IAIBAFA. 19. Tower 9 di Kampus B Fatah Hasyim. 20. Posko Kesehatan dan Penerima Tamu di MAN 3, MTsN 3, dan UNWAHA. 21. Dapur Umum di Gedung BLK BU. 22. Bazar/Expo. 23. Tower PBNU di SMA BU. 24. Posko Pengamanan di SPPT BU. 25. Penginapan Media di SMKTI BU. 26. Posko Penginapan KAMTIB BU di Gedung MI Putra. 27. Area Parkir.

Dengan pemetaan tersebut, panitia berharap seluruh rangkaian Muktamar ke-35 NU dapat berjalan lebih tertib, terutama dalam pengaturan pergerakan peserta, pelayanan, persidangan, media, pengamanan, dan kebutuhan logistik. (ih/yh)

Editor : Yuris. T. Hidayat

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru