Surabaya, 14 Agustus 2026

Menjemput Vibrasi Kejayaan: Menuju Kongres Perdana AFEBSI di Jantung Jakarta

Reporter : Redaksi

 

Oleh Dr. Agus Andi Subroto, S.T.P., M.M.

Baca juga: Paramadina: Menyelaraskan Peta Jalan AFEBSI Menuju Kedaulatan SDM Nusantara

Dekan Fakultas Hukum dan Bisnis ITB Yadika Pasuruan, Ketua Umum DPD AFEBSI Jawa Timur, Wasekjen IDEI (Insan Doktor Ekonomi Indonesia)


Jakarta, JatimUPdate.id - Jumat siang, 14 Agustus 2026. Sebuah getaran frekuensi tinggi merambat dari Balai Kota DKI Jakarta ke seluruh grup koordinasi AFEBSI. Tepat pukul 11.00 WIB, sebuah momentum sakral tercipta ketika delegasi panitia Kongres Perdana AFEBSI diterima langsung oleh Gubernur DKI Jakarta, Bapak Dr. Pramono Anung.

Pertemuan selama 45 menit itu bukan sekadar audiensi formal; ia adalah proses penyelarasan antara marwah akademik dan otoritas pemerintahan untuk satu tujuan: membangun peradaban manusia Nusantara.

Delegasi ini dipimpin oleh nakhoda-nakhoda intelektual yang mumpuni: Associate Professor Arif Murti Rozamuri, Ph.D. (Ketua OC/Universitas Pertamina), didampingi oleh Dr. Ependi, S.E., M.M. (Dekan UMHT), dan Associate Professor Dr. Didin Hikmah Perkasa, S.E., M.M. (Universitas Paramadina).

Ketiganya bukan sekadar panitia, melainkan pilar-pilar yang sedang menenun detail demi detail kesuksesan perhelatan besar kita nanti.

Di balik kemegahan yang terlihat tampak di mata peserta, ada kerja sunyi yang sering luput dari sorotan kamera.

Baca juga: Jakarta, Kota yang Cepat Marah, Cepat Berdamai, Lalu Berulang Lagi

Ada ribuan detik koordinasi, komunikasi, dan koreksi perangkat lunak maupun keras. Sebagai praktisi manajemen, saya melihat ini sebagai manifestasi dari Stewardship Theory yang nyata—di mana setiap individu bersedia mengambil sedikit panggung untuk memberikan manfaat yang sebanyak-banyaknya bagi kemuliaan organisasi.

Dukungan Gubernur Jakarta adalah sebuah Sasmita Kelimpahan. Peluang dibukanya pintu Balai Kota sebagai saksi sejarah pembukaan kongres nanti memberikan pesan simbolik yang kuat: bahwa ruang akademik dan ruang kekuasaan harus bersinergi dalam satu frekuensi. Ditambah lagi dengan rencana kehadiran Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Brian Yuliarto, serta lembaga akreditasi prestisius seperti LAMEMBA dan AACSB, Kongres Perdana AFEBSI ini akan menjadi magnet bagi keunggulan global.

Atmosfer kemajuan kian terasa nyata. Bahkan, pengalaman menaiki LRT Jakarta dari Rawamangun hingga Lebak Bulus yang dirancang bagi peserta, adalah simbol bahwa gerakan kita adalah gerakan yang modern, dinamis, dan terkoneksi. Inilah wajah organisasi yang sedang bertumbuh—sebuah entitas yang tidak hanya menambah agenda, tetapi mampu menghubungkan gagasan, manusia, dan sumber daya menjadi sebuah Simfoni Peradaban.

Bagi kita semua, Kongres Perdana AFEBSI bukan sekadar tempat untuk memilih pemimpin atau merumuskan AD/ART. Lebih dari itu, ia adalah saat untuk meneguhkan arah: ke mana nakhoda akan membawa bahtera ini dan seberapa besar cahaya yang akan kita pancarkan bagi dunia pendidikan tinggi ekonomi dan bisnis di Indonesia.

Baca juga: Bulutangkis Kapolri Cup 2026 Resmi Dibuka, Diikuti 1.219 Peserta dari Kategori Umum, Polri, dan Difabel

Sebagai bagian dari keluarga besar AFEBSI, saya meyakini bahwa pekerjaan sejati kita justru dimulai saat palu sidang terakhir diketuk dan kita kembali ke daerah masing-masing. Di sanalah keputusan akan diubah menjadi gerakan, dan gerakan akan menjelma menjadi kebermanfaatan yang melimpah bagi Ibu Pertiwi.

Bismillah, menuju Kongres Perdana AFEBSI. Ketika niat sudah murni untuk berbakti, maka seluruh kekuatan semesta akan bekerja untuk menyelaraskannya.

 

 

Editor : Redaksi

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru