Batu di balik Udang

jatimupdate.id
mas AAS

YANG namanya ikhtiar itu tidak ada salahnya, siapa tahu berhasil. Saat duduk di kursi penjaga konsumsi, menjalankan tugas kepanitiaan. Senior lawas mendekati. Kyai Tsabit namanya.

Lha wong didekati senior, saya pun spontan menawarkan diri, "duduklah di sini kanda Kyai Tsabit!" Saya tak elok kalau yang duduk. Membiarkan Kyai berdiri.

Baca juga: Ontran-ontran Bak Sinetron FTV: Sebuah Drama yang Terus Berlanjut

"Tak usahlah mas Broto, Anda duduk saja, saya yang berdiri. "Enak kali nasi goreng Mbah Joyo tadi?" "Masak sih Kyai?"

Kyai Tsabit pun langsung memijat pundak saya. Apa selanjutnya yang akan terjadi ini, pikirku! Tak biasanya.

Baca juga: Urip Ayem Tentrem: Menikmati Gending Lawas di Emper Omah

Tapi laksana tumbu ketemu tutup. Saya butuh dipijat sekadar membuang lelah, eh, pemilik semesta pun, tak kehilangan cara untuk datangkan apa yang saya butuhkan itu. Tidak sekadar 5 menit pijatan yang membuatku terbang ke angkasa malam ini, tapi si pemijatnyalah yang membuatku menjadi luar biasa malam ini. Di sela lelah yang menyerbu dialami semua tim panitia MILAD tapi kejadian-kejadian kecil yang terjadi selama acara justeru memantik peristiwa lain yang acap kali bikin bisa tertawa dan ngguyu ngakak!

Biar semua ngerubungi pak menteri. Aku tetap saja menikmati pijatan senior, tak berani saya meminta berhenti itu kedua tangan Kyai Tsabit untuk berhenti memijat, biarlah berhenti sendiri! Ngelamak awak iki .Sebuah kejadian yang patut aku syukuri atau sebaliknya, aku tidak tahu!

Baca juga: Inspirasi dari Kebaikan Kecil

Apa ini yang disebut batu di balik udang ya? Ya, minimal dapat makan gratis lagi cie cie cie, setelah ini.

Editor : Redaksi

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru